Mengenal Ciri-Ciri Pelaksanaan K3LH pada Perusahaan atau Industri

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri pelaksanaan K3LH pada perusahaan atau industri bisa dilihat dari beberapa hal. K3LH (Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup) wajib diterapkan di setiap perusahaan dan industri, mulai skala kecil sampai dengan yang besar.
Pihak manajemen perusahaan harus menunjukkan komitmen kuat terhadap K3LH. Caranya dengan memberikan sumber daya yang cukup, dukungan, dan pengarahan untuk program K3LH. Itu merupakan bukti bahwa mereka memahami pentingnya keamanan kerja.
Ciri-Ciri Pelaksanaan K3LH pada Perusahaan atau Industri
Pelaksanaan K3LH di perusahaan atau industri adalah suatu kewajiban yang sangat penting. Tujuannya adalah untuk menjaga keamanan, kesehatan, dan kesejahteraan para pekerja.
Pelaksanaan K3LH yang baik dan efektif di perusahaan atau industri adalah kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Termasuk untuk melindungi pekerja dari kecelakaan kerja dan meningkatkan produktivitas serta reputasi perusahaan.
Berdasarkan buku Prinsip-Prinsip K3LH, Suryatri Darmiatun S.Si., M.T. , Drs. Tasrial M.Si, (2015), ciri-ciri pelaksanaan K3LH pada perusahaan atau industri dapat diamati dengan jelas. Beberapa ciri tersebut adalah:
Perusahaan memiliki kebijakan K3LH yang ditulis, dipahami, dan diimplementasikan oleh semua tingkatan dalam organisasi.
Informasi tentang K3LH disampaikan dengan jelas dan tepat waktu kepada seluruh pekerja. Mulai dari prosedur keselamatan, pelatihan, hingga perubahan dalam lingkungan kerja.
Memberikan fasilitas kerja seperti seragam dan sepatu keselamatan untuk dipakai seluruh karyawan atau pekerja.
Memasang atribut K3LH di perusahaan atau pabrik. Misalnya tulisan yang berisi peringatan pekerja tentang kesadaran akan keselamatan, kesehatan, dan kebersihan lingkungan perusahaan.
Pekerja diberikan pelatihan yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaan mereka dengan aman dan sehat.
Adanya identifikasi dan evaluasi risiko kerja secara teratur untuk mengidentifikasi bahaya potensial dan mengambil langkah-langkah untuk menguranginya.
Perusahaan memiliki prosedur yang jelas untuk melaporkan dan menangani insiden K3LH.
Memisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik.
Pekerja memiliki akses untuk berpartisipasi dalam proses K3LH, termasuk memberikan masukan, saran, atau keluhan tentang masalah keselamatan dan kesehatan kerja.
Perusahaan mematuhi semua peraturan dan standar K3LH yang berlaku di wilayahnya.
Baca Juga: Mengenal Hirarki Pengendalian Bahaya dalam Risiko K3 Konstruksi
Penerapan K3LH bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga investasi cerdas bagi perusahaan. Jika ciri-ciri pelaksanaan K3LH pada perusahaan atau industri tidak transparan atau tidak bisa dilihat dengan jelas, ada baiknya dilakukan evaluasi ulang pada perusahaan tersebut. (DNR)
