Konten dari Pengguna

Mengenal Hirarki Pengendalian Bahaya dalam Risiko K3 Konstruksi

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hirarki pengendalian bahaya antara lain. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Hirarki pengendalian bahaya antara lain. Sumber: pexels.com

Mengenal Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan baik adalah hal yang harus dipahami oleh setiap pekerja. Khususnya, bagi mereka yang bekerja di bidang konstruksi. Secara umum, hirarki pengendalian bahaya antara lain eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administrasi, dan alat pelindung diri.

Kelima indikator tersebut wajib dipahami dengan baik demi menjaga kesehatan dan keselamatan selama proses kerja. Oleh karena itulah, tak heran jika banyak orang yang kerap mencari informasi tentang K3 konstruksi tersebut.

Hirarki Pengendalian Bahaya dalam Risiko K3 di Bidang Konstruksi

Hirarki pengendalian bahaya antara lain. Sumber: pexels.com

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa hirarki pengendalian bahaya antara lain eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administrasi, dan alat pelindung diri.

Adapun penjelasan tentang kelima indikator tersebut dikutip dari Buku Ajar Teknologi Penjelasan Logam (Jilid 1), Didit Yantony dan SImon Parekke (2023:86) adalah sebagai berikut.

1. Eliminasi

Eliminasi adalah pengendalian risiko yang sifatnya permanen sehingga harus dicoba untuk diterapkan sebagai pilihan prioritas utama. Dengan kata lain, sebenarnya eliminasi merupakan cara untuk menghilangkan sumber bahaya.

Contohnya ketika seorang pekerja harus menghindari bekerja di ketinggian. Akan tetapi, pekerjaan tersebut harus tetap dilakukan dengan menggunakan alat bantu.

2. Substitusi

Substitusi merupakan cara untuk mengganti metode atau alat, mesin, atau bahan yang lebih aman dengan tingkat bahaya yang lebih rendah. Contohnya penggunaan tangga yang diganti dengan alat angkat mekanik kecil untuk bekerja di ketinggian.

3. Rekayasa Teknik

Rekayasa teknik merupakan cara untuk melakukan modifikasi ataupun perancangan alat, mesin, atau tempat kerja yang jauh lebih aman.

Misalnya, ketika seorang pekerja menggunakan perlengkapan kerja atau peralatan lainnya guna menghindari risiko terjatuh pada saat bekerja di ketinggian.

4. Pengendalian Administrasi

Pengendalian administrasi merupakan cara meniadakan segala risiko dengan membuat prosedur, aturan, tanda bahaya, rambu, poster, ataupun mengubah durasi kerja. Misalnya, dengan melakukan pengaturan waktu kerja atau rotasi kerja.

Tujuannya adalah untuk mengurangi terpaparnya pekerja terhadap berbagai sumber bahaya. Selain itu, contoh lainnya juga bisa berupa larangan menggunakan telepon seluler di tempat tertentu dan pemasangan rambu-rambu keselamatan.

5. Alat Pelindung Diri

Alat Pelindung Diri atau APD merupakan peralatan yang melengkapi tenaga kerja untuk meniadakan risiko. Contohnya seperti menggunakan kacamata las dan sarung tangan kulit pada pekerjaan pengelasan.

Baca Juga: Teknik Aquarel: Arti, Jenis-Jenis, dan Cirinya

Dari informasi di atas, bisa disimpulkan bahwa hirarki pengendalian bahaya antara lain eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administrasi, dan alat pelindung diri. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya. (Anne)