Konten dari Pengguna

Mengenal Istilah Proyeksi Isometri beserta Ciri dan Contohnya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proyeksi isometri adalah. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Proyeksi isometri adalah. Sumber: pexels.com

Teknik mesin merupakan salah satu jurusan pada jenjang SMK yang memiliki banyak peminatnya. Dalam materi yang diajarkan pada jurusan teknik mesin, ada berbagai istilah yang harus dipahami siswa, seperti proyeksi isometri. Singkatnya, proyeksi isometri adalah proyeksi yang memiliki sumbu 300 pada sumbu X dan Y.

Dengan memahami istilah proyeksi yang satu ini, maka akan lebih mudah bagi siswa dalam memahami keseluruhan materi dengan baik. Oleh karena itulah, sangat penting bagi setiap siswa untuk memahami pengertian, ciri, hingga contohnya.

Pengertian Istilah Proyeksi Isometri beserta Ciri dan Contohnya

Proyeksi isometri adalah. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Gambar Teknik Mesin untuk SMK/MAK Kelas X, Hawin Mustofa (2020:145), proyeksi isometri adalah jenis proyeksi piktorial yang mempunyai sudut 300 pada sumbu X dan Y terhadap garis mendatar.

Jenis proyeksi ini sering digunakan untuk menggambar objek berbentuk tiga dimensi dengan ketentuan sudut dan juga skala pemendekan yang telah diatur sebelumnya. Adapun ciri-ciri dari proyeksi ini adalah sebagai berikut.

  • Sumbu X dan sumbu Y yang membentuk sudut 30 derajat terhadap garis horizontal, sedangkan kedua sumbu tersebut membentuk sudut 120 derajat.

  • Ukuran garis sumbu dengan perbandingan 1:1:1. Jadi, jika ketiga sumbu mempunyai skala yang sama dengan panjang 2, 3, 4 mm, maka jika objek akan digambar menggunakan jenis proyeksi ini, panjang setiap sumbunya akan memiliki ukuran yang sama atau tanpa adanya perbandingan skala.

Agar lebih mudah dalam memahami jenis proyeksi tersebut, berikut adalah beberapa contohnya yang bisa dipahami para siswa.

  1. Proyeksi isometri normal dengan sumbu X dan Y bernilai 30 derajat dengan garis horizontal serta sumbu Z membentuk sudut 90 derajat terhadap garis horizontal, tetapi bernilai negatif.

  2. Proyeksi isometri terbalik yang dibentuk antara sumbu X dan sumbu Y sebesar 30 derajat dan bernilai negatif, sedangkan sumbu Z membentuk sudut 90 derajat terhadap garis horizontal dengan nilai positif.

  3. Proyeksi isometri horizontal, yakni jenis proyeksi normal, d mana kedudukan dan bentuk gambar diputar sebesar 270 derajat ke arah kanan.

Baca Juga: Mengenal Istilah Cooking Equipment dan Jenis-Jenisnya

Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa istilah proyeksi isometri adalah jenis proyeksi yang digunakan untuk menggambar objek tiga dimensi dengan sudut dan skala pemendekan yang sudah ditentukan. (Anne)