Konten dari Pengguna

Mengenal Mikroorganisme yang Dimanfaatkan dalam Pembuatan Asam Sitrat

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mikroorganisme yang dimanfaatkan dalam pembuatan asam sitrat. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mikroorganisme yang dimanfaatkan dalam pembuatan asam sitrat. Foto: Pixabay

Asam sitrat adalah senyawa organik yang digunakan dalam industri makanan, farmasi, dan kosmetik. Senyawa ini berbentuk kristal putih dengan rasa asam yang khas dan sering ditemukan secara alami dalam buah-buahan seperti jeruk dan lemon.

Namun, produksi asam sitrat dalam skala industri lebih mengandalkan fermentasi mikroorganisme dibandingkan ekstraksi langsung dari buah. Untuk mengetahui apa mikroorganisme yang dimanfaatkan dalam pembuatan asam sitrat, simak jawabannya di bawah ini.

Mikroorganisme yang Dimanfaatkan dalam Pembuatan Asam Sitrat

Ilustrasi mikroorganisme yang dimanfaatkan dalam pembuatan asam sitrat. Foto: Pixabay

Merujuk buku Mikroorganisme dan Pemanfaatannya karangan Nur Hidayat, mikroorganisme yang dimanfaatkan dalam pembuatan asam sitrat adalah Aspergillus niger.

Selain Aspergillus niger, beberapa mikroorganisme lain seperti Candida lipolytica dan Yarrowia lipolytica juga dapat digunakan untuk pembuatan asam sitrat.

Kendati begitu, Aspergillus niger tetap menjadi pilihan utama karena efisiensinya yang tinggi dan kemampuannya menghasilkan asam sitrat dalam jumlah besar.

Baca Juga: Ciri-ciri Fungi dan Klasifikasinya dalam Dunia Biologi

Apa Itu Aspergillus niger?

Ilustrasi mikroorganisme yang dimanfaatkan dalam pembuatan asam sitrat. Foto: Pixabay

Mengutip buku Biosensor Potensiometrik untuk Analisis Ion Logam karangan Resi Agestia Waji, Aspergillus niger merupakan fungi (jamur) askomiset berfilamen yang dapat ditemukan di lingkungan mana pun.

Aspergillus niger lebih banyak dikenal karena kemampuannya sebagai penghasil asam sitrat dalam jumlah besar. Produksi asam sitrat oleh Aspergillus niger memperlihatkan suatu proses fermentasi dari fungi.

Sebagai jenis komunitas mikroba yang ditemukan dalam tanah, Aspergillus niger memiliki peran yang sangat signifikan dalam siklus karbon secara global.

Organisme ini mampu menghasilkan enzim hidrolitik dan oksidatif yang terlibat dalam penguraian lignoselulosa tanaman. Beberapa jenis enzim yang dihasilkan oleh Aspergillus niger berperan penting dalam industri bioteknologi. Berikut klasifikasi dari Aspergillus niger:

  • Domain: Eukaryota

  • Kingdom: Fungi

  • Filum: Ascomycota

  • Kelas: Eurotiomycetes

  • Ordo: Eurotiales

  • Famili: Trichocomaceae

  • Genus: Aspergillus

  • Spesies: Aspergillus niger

Proses Produksi Asam Sitrat dengan Aspergillus niger

Ilustrasi mikroorganisme yang dimanfaatkan dalam pembuatan asam sitrat. Foto: Pixabay

Dijelaskan dalam buku Rekayasa Bioproses yang ditulis oleh Irnia Nurika, dkk., proses produksi asam sitrat melalui fermentasi dengan Aspergillus niger terdiri dari beberapa tahap, yaitu:

1. Pemilihan dan Persiapan Media

Media fermentasi biasanya mengandung sumber karbon seperti molase, pati, atau glukosa yang akan dikonversi menjadi asam sitrat. Nutrisi tambahan seperti fosfat dan magnesium ditambahkan untuk mendukung pertumbuhan mikroorganisme.

2. Fermentasi

Aspergillus niger diinokulasikan ke dalam media fermentasi dalam kondisi steril. Proses fermentasi berlangsung pada suhu 28 hingga 30°C selama 5 sampai 10 hari. Mikroorganisme akan mengubah gula dalam media menjadi asam sitrat.

3. Pemurnian dan Ekstraksi

Asam sitrat yang dihasilkan dipisahkan dari media fermentasi menggunakan metode filtrasi dan presipitasi. Proses selanjutnya adalah kristalisasi untuk mendapatkan asam sitrat dalam bentuk murni.

(NDA)