Mengenal Olah Rasa dalam Seni Teater dan Tujuannya

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Olah rasa dalam seni teater adalah hal penting yang perlu diperhatikan bagi aktor atau pemeran. Olah rasa yang dimiliki aktor dapat membangkitkan karakter yang diperankan dalam teater.
Terdapat beberapa materi penting yang perlu dilakukan seorang aktor dalam mengasah olah rasa yang dimilikinya. Salah satunya adalah kepekaan sukma dan rasa. Selain itu, terdapat beberapa materi lainnya yang tak kalah penting untuk diperhatikan.
Penjelasan Olah Rasa dalam Seni Teater beserta Tujuannya
Dikutip dari buku berjudul Pembudayaan Literasi Seni di SD, Mansurdin, S.Sn., M.Hum. (2020: 63), kata teater berasal dari kata bahasa yunani kuno yaitu theatron yang artinya sebuah pementasan yang berkaitan tentang mengkolaborasikan gerak, musik, tari, dan lainnya.
Sedangkan pengertian teater secara luas, yaitu suatu proses pemilihan sebuah teks atau naskah, penafsiran, penyajian, penggarapan atau pementasan dan proses pemahaman atau penikmatan yang berasal dari publik atau pirsawan (penonton, pembaca, pengamat, kritikus).
Agar pertunjukan seni teater terlihat menarik, seorang aktor perlu melakukan latihan olah rasa. Apa itu olah rasa dalam seni teater?
Dikutip dari buku berjudul buku Siswa Seni Budaya SMA/MA Kelas 10, Jelly Eko Purnomo, S.Pd. & Zefri Yandra, S.Pd. (2021: 92), olah rasa adalah proses latihan untuk mengasah kepekaan panca indra dan perasaan.
Latihan olah rasa dapat dilakukan dengan cara menggali potensi dalam agar dapat diatur dan dikendalikan sesuai dengan kebutuhan emosi peran.
Adanya olah rasa dalam seni teater bertujuan untuk membangun kejujuran rohani serta pembebasan rohani dari hal-hal yang mengikat dan membatasi.
Dengan pembebasan tersebut dapat membantu pemeran dalam teater untuk memiliki sikap dan perasaan yang dapat melahirkan ide dan kreativitas pemeranan.
Materi Fokus Olah Rasa dalam Seni Teater
Ada beberapa materi fokus olah rasa dalam teater yang dapat dilakukan para pemain teater. Berikut penjelalsannya.
Teknik konsentrasi: berfokus pada penguasaan diri dan pemusatan pikiran serta rohani terkait suatu yang dikerjakan.
Pengindraan: mengasah kemampuan panca indra dalam merespon berbagai hal yang terjadi
Kepekaan sukma/rasa: kekuatan dalam diri aktor yang kemudian ditampilkan pada penonton seperti mimik, gestur, dan lain sebagainya.
Imajinasi: berfokus untuk menciptakan daya khayal
Baca juga: Pengertian Teater, Jenis-Jenis, dan Fungsinya
Penjelasan tentang olah rasa dalam seni teater yang dibahas dalam artikel ini dapat membantu pembaca dalam mengenal apa itu olah rasa dan cara melatihnya. Semoga bermanfaat. (DAP)
