Mengenal Solat Rawatib Qobliyah dan Ba’diyah

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ibadah umat muslim, solat rawatib qobliyah dan ba’diyah adalah solat sunnah yang mengiringi solat fardu. Qobliyah adalah solat sunnah sebelum solat fardu, sedangkan ba'diyah adalah solat sunnah sesudah solat fardu.
Solat fardu yang wajib bisa saja dilakukan dengan kurang sempurna seperti tidak khusyuk dan lain sebagainya. Untuk menutupi kekurangan tersebut dapat dengan mengerjakan solat sunnah rawatib.
Pengertian Ibadah Solat Rawatib Qobliyah dan Ba’diyah
Mengutip buku Induk Fikih Islam Nusantara, K.H. Imaduddin Utsman al-Bantanie (2021) solat rawatib adalah solat sunnah sebelum (qobliyah) dan sesudah (ba'diyah) solat fardu.
Waktu solat rawatib adalah empat rakaat sebelum asar, empat rakaat sebelum zuhur, empat rakaat setelah zuhur, dua rakaat setelah magrib, dua rakaat setelah isya, dua rakaat sebelum magrib, dua rakaat sebelum isya, dan dua rakaat sebelum subuh.
Kemudian ada istilah solat rawatib muakkad. Solat rawatib muakkad adalah dua rakaat sebelum subuh, dua rakaat sebelum zuhur, dua rakaat setelah zuhur, dua rakaat setelah magrib, dan dua rakaat setelah isya.
Apabila solat yang ada qobliyah dan ba'diyah-nya maka harus niat qobliyah dan ba'diyah. Jika tidak ada kecuali qobliyah seperti subuh dan asar, maka tidak perlu niat qobliyah.
Contoh niat solat qobliyah (Subuh) adalah sebagai berikut:
اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholli sunnatash subhi rok'ataini qobliyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala
Artinya: "Aku niat mengerjakan shalat sunnah sebelum Subuh dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah yang MahaTinggi."
Contoh niat solat ba'diyah (Magrib) adalah sebagai berikut:
اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholli sunnatal maghribi rok'ataini ba'diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta'ala
Artinya: "Saya niat sholat sunnah setelah maghrib dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta'ala."
Solat rawatib qobliyah dan ba’diyah adalah solat sunnah yang fleksibel. Seperti boleh menyatukan solat qobliyah dan ba'diyah dengan niat keduanya setelah solat fardu dengan satu salam.
Solat qobliyah juga boleh di qodlo setelah melaksanakan fardu walau di waktu makruh seperti setelah solat subuh dan solat asar.
Orang yang rajin menjalankan ibadah solat sunnah termasuk hamba Allah yang sangat dicintai-Nya. Dan salah satu keutamaan orang yang senantiasa menjalankan solat sunnah adalah doa-doanya mustajab atau dikabulkan Allah.
Dalam sebuah hadits, dari Aisyah, Rasulullah Saw bersabda:
"Sesungguhnya Allah berfirman: ‘Siapa yang menghina wali-Ku maka akan Aku perangi. Tidaklah seorang hamba bertaqarrub kepadaku dengan apa yang aku wajibkan kepadanya. Dan seorang hamba senantiasa bertaqarrub kepadaku dengan amalan sunnah sampai Aku mencintainya. (Maka) jika dia meminta kepadaku, akan Aku beri. Jika dia berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan’." (HR. Imam Ahmad)
Baca Juga: Pengertian Memenuhi Janji dan Hukumnya menurut Islam
Solat rawatib qobliyah dan ba’diyah adalah ibadah solat sunnah yang bermanfaat besar bagi umat muslim. Jadi mulai sekarang bisa dicoba untuk menjalankan dan merutinkan ibadah solat sunnah ini.
(ARD)
