Mengenal Teknik Pengecilan Ukuran Bahan Hasil Pertanian pada Industri Agrikultur

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan teknologi yang sangat pesat memang berdampak bagi banyak sektor kehidupan manusia. Tidak terkecuali pada industri agrikultur. Khususnya yang berkaitan dengan teknik pengecilan ukuran bahan hasil pertanian.
Berkat adanya teknik tersebut, hasil pertanian yang sudah dikumpulkan bisa dikompresi. Dengan begitu, maka proses distribusi dalam berlangsung dengan lebih mudah. Lantas, apa saja teknik pengecilan yang bisa dilakukan?
Teknik Pengecilan Ukuran Bahan Hasil Pertanian
Berikut ini adalah berbagai teknik pengecilan ukuran bahan hasil pertanian yang dikutip dari buku Prinsip Teknik Pengolahan Hasil Pertanian, Ponten M. Naibaho, Hotman Manurung, dan Benika Naibaho (2023:49).
1. Kompresi
Prinsip kerja kompresi secara umum adalah dengan tekanan yang kuat terhadap bahan padat. Umumnya, penghancuran ini bertujuan untuk menghancurkan bahan padat yang keras. Adapun alat kompresi ini disebut dengan crushing rolls.
Proses ini dilakukan dengan memberi gaya tekan yang besar sambil dilakukan penggesekan pada suatu permukaan padat, sehingga bahan terpecah dengan bentuk yang tidak tertentu.
2. Pukulan
Pemukulan merupakan operasi pengecilan ukuran dengan memanfaatkan gaya impact, yakni pemberian gaya yang besar dalam waktu yang singkat. Adapun prinsip kerja dari impact adalah dengan memukul bahan kering dan tidak berserat dan menggunakan alat bernama hammer mill.
Alat ini berfungsi untuk menghasilkan bahan dengan ukuran kasar, sedang, dan halus. Jadi, bahan yang berserat atau kenyal tidak bisa dikecilkan ukurannya dengan cara pemukulan ini. Sebab, gaya impact tidak bisa menyebabkan pecahnya bahan menjadi bagian yang lebih kecil.
3. Gesekan
Gesekan atau attrition dapat menghasilkan zat yang sangat halus dari bahan yang lunak dan juga tidak abrasif.
4. Pemotongan
Pemotongan merupakan cara pengecilan ukuran dengan menghantamkan ujung suatu benda tajam pada bahan yang dipotong. Struktur permukaan yang terbentuk oleh proses pemotongan ini relatif halus sehingga lebih cocok dilakukan untuk sayuran dan bahan lain yang berserat.
Perajangan umumnya hanya dilakukan pada bahan yang ukurannya cukup besar dan tidak lunak. Contohnya seperti rimpang, batang, buah, akar, dan lainnya.
Baca Juga: Apakah Hasil Pertanian dan Peternakan dapat Bertahan Lama?
Itulah teknik pengecilan ukuran bahan hasil pertanian yang menarik untuk dipelajari. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya. (Anne)
