Konten dari Pengguna

Mengetahui Langkah-Langkah Perancangan Produk yang Tepat

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Langkah-Langkah Perancangan Produk. Sumber Unsplash/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Langkah-Langkah Perancangan Produk. Sumber Unsplash/Getty Images

Sebelum mulai diproduksi, sebuah produk terlebih dahulu akan melewati tahap perancangan. Langkah-langkah perancangan produk harus dilakukan dengan tepat untuk meminimalisir risiko kegagalan.

Hasil dari riset pasar akan memberikan gambaran umum mengenai macam produk yang harus dibuat oleh industri. Berdasarkan hal tersebut, selanjutnya dibuat rancangan produk lengkap dengan spesifikasi teknisnya.

Langkah-Langkah Perancangan Produk dalam Industri

Ilustrasi Langkah-Langkah Perancangan Produk. Sumber Unsplash/Alvaro Reyes

Perancangan produk terdiri dari serangkaian kegiatan yang berurutan. Dikutip dari buku Perancangan Tata Letak Pabrik, Muhammad Arif (2017:49), berikut langkah-langkah perancangan produk yang tepat dalam industri.

1. Langkah Pra Perancangan Produk

Pada tahap ini akan dilakukan langkah sebagai berikut.

  1. Penetapan Asumsi Perancangan.

  2. Orientasi Produk yang meliputi:

  • Analisa kelayakan produk.

  • Uraian kegiatan perancangan produk.

  • Jaringan kerja perancangan produk.

  • Perhitungan maju dan mundur waktu kegiatan.

  • Penentuan jalur kritis.

  • Perhitungan waktu penyelesaian proyek

2. Langkah Perancangan Produk

Langkah-langkah perancangan produk pada tahap ini antara lain.

a. Fase Informasi

Fase ini bertujuan untuk memahami seluruh aspek yang berkaitan dengan produk yang hendak dikembangkan.

Caranya dengan mengumpulkan informasi-informasi yang dibutuhkan secara akurat. Informasi-informasi yang dibutuhkan antara lain:

  1. Gambar produk awal dan spesifikasi.

  2. Kriteria keinginan konsumen terhadap produk.

  3. Kriteria kepentingan relatif konsumen.

  4. Kriteria manufaktur yang mencakup diagram mekanisme pembuatan dan struktur fungsi.

  5. Kriteria pembelian.

  6. Kriteria pembiayaan produk awal.

b. Fase Kreatif

Fase ini bertujuan untuk menampilkan alternatif yang dapat memenuhi fungsi yang dibutuhkan. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.

  1. Penentuan kriteria atribut produk dengan menggunakan diagram pohon.

  2. Pembuatan alternatif model produk.

  3. Perhitungan biaya alternatif model.

c. Fase Analisa

Fase ini bertujuan untuk menganalisa alternatif-alternatif yang dapat memenuhi fungsi yang dihasilkan pada fase kreatif, dan memberikan rekomendasi terbaik. Analisa yang dilakukan antara lain:

  1. Analisa kriteria atribut yang akan dikembangkan.

  2. Penilaian kriteria atribut antar model.

  3. Pembobotan kriteria atribut produk.

  4. Matrix Combinex.

  5. Value Analysis.

d. Fase Pengembangan

Fase ini bertujuan memilih salah satu alternatif tunggal dari beberapa alternatif yang ada sebagai alternatif terbaik. Data-data tentang alternatif yang terpilih:

  1. Alternatif terpilih.

  2. Gambar produk terpilih dan spesifikasinya.

e. Fase Presentasi

Fase ini bertujuan untuk mengkomunikasikan secara baik dan menarik terhadap hasil pengembangan produk.

Baca juga: Mengapa Desain Produk Terdahulu Perlu Dibuat pada Tahap Perencanaan Produksi?

Demikian langkah-langkah perancangan produk yang perlu diketahui. Tiga hal yang harus diperhatikan dalam perancangan produk adalah aspek fungsi, kemudahan pembuatan, dan pemakaian. (DK)