Konten dari Pengguna

Nama-Nama Bulan dan Cara Menghitung Tahun Saka

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi artikel Nama-Nama Bulan dan Cara Menghitung Tahun Saka. Sumber: unsplash.com/Estée Janssens
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi artikel Nama-Nama Bulan dan Cara Menghitung Tahun Saka. Sumber: unsplash.com/Estée Janssens

Kalender Saka adalah kalender yang termasuk kalender lunisolar atau kalender yang disesuaikan dengan pergerakan bulan dan matahari. Dalam artikel berikut ini, kita akan mengenal nama-nama bulan dalam Kalender Saka beserta cara menghitung Tahun Saka. Apa saja nama-nama bulan dalam Kalender Saka? Simak dalam artikel berikut ini.

Ilustrasi artikel Nama-Nama Bulan dan Cara Menghitung Tahun Saka. Sumber: unsplash.com/Kyrie kim
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi artikel Nama-Nama Bulan dan Cara Menghitung Tahun Saka. Sumber: unsplash.com/Kyrie kim

Nama-Nama Bulan dalam Kalender Saka

Menurut buku Seri Penemuan Kalender oleh Arnelia F. (2019: 18-19), tahun Saka dimulai pada tahun 78 Masehi. Satu tahun Saka dibagi menjadi dua belas bulan. Nama-nama bulan Tahun Saka tersebut antara lain:

  1. Srawanamasa

  2. Bhadrawadamasa

  3. Asujimasa

  4. Kartikamasa

  5. Margasiramasa

  6. Posyamasa

  7. Maghamasa

  8. Phalgunamasa

  9. Centramasa

  10. Wesakhamasa

  11. Jyesthamasa

  12. Asadhamasa

Setelah mengetahui nama-nama bulan, kita akan mengenal nama-nama musim dalam Kalender Saka. Untuk pembagian musim, dalam Kalender Saka dibagi menjadi 6, karena setiap musim berlangsung selama dua bulan. Nama-nama musim tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Warsa (musim hujan)

  2. Sarat (musim rontok)

  3. Hemanta (musim dingin)

  4. Sisiria (musim sejuk kabut)

  5. Besanta (musim semi)

  6. Grisma (musim panas)

Bulan-bulan dalam Kalender Saka hanya terdiri dari 30 hari, maka tahun baru harus disesuaikan setiap tahunnya untuk mengiringi daur perputaran matahari.

Sampai saat ini, masih ada sebagian penduduk di daerah Tengger, di lereng Gunung Bromo, Jawa Timur yang menganut ajaran Agama Hindu masih menggunakan Kalender Saka. Selain itu, masyarakat Bali juga menggunakan Kalender Saka yang sudah ditambah dengan penanggalan lokal.

Cara Menghitung Tahun Saka

Menurut buku Seri IPS Sejarah 1 SMP Kelas VII oleh Drs. Prawoto, M.Pd (2007: 66), perbedaan waktu tahun Saka dengan tahun Masehi adalah 78 tahun. Misalnya, pada Prasasti Canggal berangka tahun 654 Saka, maka akan dibaca dengan tahun Masehi 654+78=632. Kerajaan-kerajaan Hindu Budha di Nusantara telah menggunakan tahun Saka sebagai penunjuk waktu.

Dalam buku tersebut juga disebutkan bahwa tahun Saka merupakan kalender pertama yang dikenalkan pada orang-orang di Nusantara pada masa itu oleh orang India.

Ilustrasi artikel Nama-Nama Bulan dan Cara Menghitung Tahun Saka. Sumber: unsplash.com/Blessing Ri

Itulah penjelasan mengenai nama-nama bulan, nama-nama musim. dan cara menghitung Tahun Saka. Semoga dapat menambah wawasan anda mengenai Kalender Saka.(IND)