Konten dari Pengguna

Niat dan Tata Cara Sholat Jamak Takhir Sesuai Syariat Islam

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi sholat jamak takhir , sumber gambar: https://www.freepik.com/
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi sholat jamak takhir , sumber gambar: https://www.freepik.com/

Islam merupakan agama rahmatalil ‘alamin yang memberikan fleksibilitas dan kemudahan yang luar biasa bagi setiap umat muslim dalam menjalankan kewajiban beribadah. Salah satu fleksibilitas hukum islam terdapat pada diperbolehkannya bagi umat muslim tertentu untuk menjama’ sholat. Dalam melakukan sholat jamak takhir maupun qoshor, kita perlu mengetahui niat dan tata caranya sesuai dengan yang telah disyariatkan islam.

Dikutip dari buku Materi Bimbingan Agama pada Masyarakat Transmigrasi “Seri Tuntunan Ibadah Shalat” oleh Kementerian Agama RI (2012: 40), jamak takhir artinya mengumpulkan ke belakang. Secara umum, sholat jamak takhir adalah sholat zuhur yang dikerjakan bersamaan dengan sholat ‘ashar di waktu ‘ashar dan mengerjakan sholat magrib dan isya’ di waktu isya. Adapun dalam waktu zuhur dan magrib tidak perlu mengerjakan sholat lagi.

Tata Cara Jamak Takhir

Dari Malik, sesungguhnya telah dari Ali bin Husain, bahwa Ali berkata: “Rasulullah SAW ketika menghendaki perjalanan pada siang hari, maka beliau menjama’ shalat antara shalat zhuhur dan ashar dan ketika beliau mengehndaki perjalanan pada malam hari, maka beliau menjama’ shalat antara shalat magrib dan shalat isya’.” (HR. Malik).

Dari hadist tersebut, kita dapat mengetahui bahwa Rasulullah sendiri melakukan shalat jamak ketika mengalami suatu hal yang memang mendesak. Sehingga, kita sebagai umatnya pun juga diperbolehkan untuk menjama’ sholat selama memenuhi syarat-syarat tertentu. Adapun tata cara jamak takhir harus memenuhi syarat-syarat tertentu, yaitu sebagai berikut:

1. Berniat mengumpulkan sholat dalam waktu sholat yang pertama. Jika melakukan sholat dzuhur dan ‘Ashar, maka niat diletakkan pada sholat dzuhur. Sedangkan dalam jamak sholat magrib dan isya’ maka niat dilakukan pada sholat magrib.

2. Berada dalam perjalanan sampai selesai sholat keduanya.

3. Sekurang-kurangnya perjalanan selama dua hari.

4. Melakukan perjalanan yang tujuannya sudah pasti.

5. Melakukan perjalanan tidak untuk maksiat.

Niat Sholat Jamak Takhir

1. Dzuhur dan Ashar

Usholli fardlozh ashri arba’a raka’atin majmuu’an ma’al dzuhri jam’a takhiir lillaahi ta’ala.

Artinya: “Aku menyengaja sholat fardu ashar empat rakaat yang dijamak dengan sholat dzuhur, karena Allah ta’ala.”

2. Magrib dan Ashar

Usholli fardlozh isya’i arba’a raka’atin majmuu’an ma’al maghribi jam’a takhiir lillaahi ta’ala.

Artinya: “Aku menyengaja sholat fardu isya’ empat rakaat yang dijamak dengan sholat maghrib, karena Allah ta’ala.”

(DHA)