Pasar Tradisional dan Pasar Modern adalah Jenis Pasar Berdasarkan Ini

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pasar merupakan tempat berlangsungnya kegiatan jual beli antara penjual dan pembeli. Terdapat berbagai jenis pasar yang diklasifikasikan sesuai dengan kriteria tertentu. Salah satu yang sering menjadi perbincangan adalah pasar tradisional dan pasar modern.
Lalu, pasar tradisional dan pasar modern termasuk dalam jenis pasar apa? Kedua jenis pasar tersebut dibedakan berdasarkan caranya bertransaksi atau mekanisme transaksi, fasilitas yang tersedia, hingga manajemen pasar.
Jenis Pasar Berdasarkan Cara Bertransaksinya
Berdasarkan cara bertransaksinya, jenis pasar ini dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern. Berikut ciri-ciri kedua jenis pasar ini.
1. Pasar Tradisional
Pasar tradisional atau pasar rakyat merupakan pasar yang bersifat tradisional, di sini pembeli dan penjual dapat saling menawar secara langsung untuk memperoleh harga akhir. Barang-barang yang diperdagangkan di pasar tradisional umumnya merupakan barang kebutuhan pokok masyarakat.
Jenis pasar ini dikelola secara sederhana dengan mengedepankan manajemen tradisional. Pasar tradisional sendiri didirikan oleh sekelompok masyarakat yang bekerja sama dengan aparat desa di wilayah tertentu dengan harapan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan.
Tujuan lainnya ialah mempermudah masyarakat melakukan transaksi jual beli tanpa harus ke kota dan menumbuhkan perekonomian masyarakat itu sendiri. Pasar tradisional biasanya terdiri dari warung, kios dagang, toko kelontong, pedagang kaki lima dan dengan penataan yang tidak terlalu rapi.
Dalam buku Manajemen Pemasaran karya Shinta Laura Dewani dkk disebutkan bahwa ciri-ciri pasar tradisional antara lain:
Memperdagangkan hasil dari pertanian, perkebunan, peternakan, atau hasil kekayaan alam lainnya.
Barang yang dijual merupakan hasil produksi rumah tangga yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Terjadinya tawar menawar antara penjual dan pembeli.
Penetapan harga tidak ditentukan oleh pihak manapun. Murni dari penjual sesuai dengan keuntungan yang diinginkan.
Promosi, iklan, inovasi, dan sebagainya yang berkaitan erat dengan manajemen pemasaran modern tidak digunakan.
Baca Juga: Barang-barang Perdagangan yang Ada pada Masa Awal Abad Masehi, Apa Saja?
2. Pasar Modern
Pasar modern merupakan konsep pasar yang menggunakan manajemen modern dengan sistem desain ruang, penataan barang, mutu layanan, sistem pengawasan menggunakan digital, dan pembayaran dapat dilakukan secara tunai maupun nontunai.
Kondisi pasar yang demikian membuat konsumen senyaman mungkin untuk menggunakan fasilitas tersebut. Beberapa pasar modern yang hadir di setiap kota seperti mal, minimarket, supermarket atau swalayan, departement store, waralaba, dan sebagainya.
Adapun beberapa ciri khas pasar modern pada umumnya adalah sebagai berikut.
Sistem pembayaran di satu tempat, yaitu kasir.
Harga sudah ditetapkan terlebih dahulu.
Memiliki desain ruangan, tata letak barang yang tersusun rapi, bersih, indah, dan mudah ditentukan.
Sistem pelayanan yang memuaskan. Karena memiliki karyawan ditugaskan untuk membantu konsumen dalam berbelanja.
Memiliki sistem pengawasan digital (CCTV) dan selalu dilakukan audit pelaporan berkala.
Para karyawan yang bekerja memiliki seragam khusus dan memiliki jadwal kerja bergantian.
(SA)
