Konten dari Pengguna

Patriarki Artinya Apa? Ini Pengertian hingga Dampaknya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi laki-laki dan perempuan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi laki-laki dan perempuan. Foto: Pexels

Secara etimologis, kata patriarki berasal dari bahasa Latin "patriarchia" dan bahasa Yunani "patriarkhēs", yang berarti ayah sebagai kepala keluarga.

Dalam konteks sosial dan budaya, patriarki artinya sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pusat kekuasaan dan otoritas, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun institusi lainnya.

Merujuk buku Perempuan dalam Belenggu Patriarki oleh Asri Reni Handayani, sistem patriarki mengusung konsep ketika laki-laki memiliki kontrol terhadap pengambilan keputusan, kepemilikan, hak waris, serta akses terhadap sumber daya dan kekuasaan.

Sementara itu, perempuan dalam sistem patriarki cenderung diposisikan sebagai pihak yang tunduk, terbatas peranannya, dan sering kali hanya dianggap sebagai pendukung.

Ciri-ciri Sistem Patriarki

Ilustrasi laki-laki penganut patriarki. Foto: Pexels

Dikutip dari buku Sexual Politics oleh Kate Millet, ciri-ciri sistem partriarki dapat dirincikan sebagai berikut:

  • Laki-laki sebagai pemimpin utama dalam keluarga dan masyarakat.

  • Perempuan memiliki peran domestik, seperti mengurus rumah tangga dan anak.

  • Laki-laki lebih diutamakan dalam pendidikan dan pekerjaan.

  • Kekuasaan dan harta diwariskan ke anak laki-laki.

  • Pendapat perempuan sering diabaikan atau tak dianggap penting dalam pengambilan keputusan.

Dampak Sistem Patriarki dalam Masyarakat

Ilustrasi dampak patriarki. Foto: Pexels

Menurut buku Patriarki, Ketidakadilan Gender, dan Kekerasan atas Perempuan karya Dr.Drs.Yanuarius You, MA, sistem patriarki membawa banyak dampak negatif seperti:

1. Ketimpangan Gender

Perempuan memiliki akses yang terbatas terhadap pendidikan, pekerjaan, dan kesehatan karena budaya patriarkal masih melekat kuat.

2. Kekerasan terhadap Perempuan

Sistem patriarki bisa memperkuat budaya kekerasan, karena laki-laki dianggap punya "kuasa" atas perempuan. Kekerasan dalam rumah tangga atau pelecehan seksual bisa jadi dianggap hal biasa atau ditutupi.

3. Beban Ganda bagi Perempuan

Dalam masyarakat patriarki, perempuan diharapkan bekerja secara profesional sekaligus mengurus rumah yang membuat beban kerja menjadi dua kali lipat.

4. Tekanan Sosial bagi Laki-Laki

Tak hanya perempuan, laki-laki juga terdampak. Dalam sistem patriarki, laki-laki dituntut selalu kuat, tak boleh menangis, dan harus menjadi pencari nafkah utama. Hal ini bisa menimbulkan tekanan mental dan emosional.

Upaya Mengurangi Dominasi Patriarki

Ilustrasi dampak patriarki. Foto: Pexels

Perbedaan gender sebetulnya tak akan menjadi masalah selama tak menyebabkan ketidakadilan gender. Namun, konstruksi sosial yang dibangun dalam budaya patriarki melihat perbedaan gender telah melahirkan berbagai ketidakadilan.

Kesadaran akan ketidakadilan dalam sistem patriarki pun pada akhirnya mendorong berbagai upaya untuk menciptakan masyarakat yang lebih setara. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi dominasi partriarki, antara lain:

  • Pendidikan kesetaraan gender sejak dini di sekolah dan keluarga.

  • Peningkatan akses perempuan terhadap pendidikan dan pekerjaan.

  • Perubahan kebijakan hukum dan sosial yang lebih adil dan inklusif.

  • Kampanye publik dan media yang menampilkan representasi perempuan secara positif dan beragam.

  • Pemberdayaan laki-laki untuk menjadi bagian dari perubahan, bukan sebagai musuh dalam perjuangan kesetaraan.

Baca Juga: Arti Tibo Pesthi dalam Perhitungan Weton Jodoh dan Cara Menghitungnya

(NDA)