Pengertian Bising, Jenis-Jenis, dan Dampak bagi Indra Pendengaran

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian bising adalah suara yang tidak dikehendaki. Dalam keseharian, ada banyak suara yang ada di sekitar. Namun, tidak semua suara tersebut enak didengar. Sebagian ada yang mengganggu dan bahkan berdampak buruk bagi indra pendengaran. Itulah bising.
Indra pendengaran sendiri adalah salah satu indra yang harus dijaga dengan baik. Oleh karena itu, segala hal yang berhubungan dengan bising perlu diketahui agar bisa dihindari.
Pengertian Bising dan Jenis-Jenisnya
Apa itu bising? Dikutip dari Higiene Industri: Pengantar bagi Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, Pratiwi (2020:29-33), pengertian bising adalah suara yang tidak dikehendaki. Selain itu, ada beberapa definisi bising menurut para ahli sebagai berikut.
Denis dan Spooner: bising merupakan suara yang timbul dari getaran-getaran yang tidak teratur dan periodik.
Sataloff: bising merupakan bunyi yang terdiri dari frekuensi acak yang tidak saling berhubungan.
Permenkes RI No. 718/MENKES/PER/XI/1987 tentang kebisingan yang berhubungan dengan kesehatan: kebisingan adalah terjadinya bunyi yang tidak dikehendaki, sehingga mengganggu dan atau membahayakan kesehatan.
Bising dikategorikan menjadi beberapa macam. Berikut adalah jenis-jenis kebisingan.
1. Steady State Noise
Kebisingan yang fluktuasi dan intensitasnya tidak lebih dari 6 dB. Misalnya suara yang timbul dari kipas angin, kompresor, mesin gergaji sirkular, dan sebagainya.
2. Impact/Impulse Noise
Kebisingan yang ditimbulkan oleh sumber tunggal atau bunyi yang pada saat tertentu terdengar tiba-tiba. Contohnya adalah ledakan bom.
3. Intermittent/Interupted Noise
Kebisingan yang suaranya mengeras dan melemah secara perlahan-lahan. Contohnya adalah suara bising dari kendaraan yang melintas dan pesawat yang akan lepas landas.
Dampak Bising bagi Indra Pendengaran
Bising dapat memberikan beberapa dampak pada indra pendengaran. Dampak tersebut antara lain adalah sebagai berikut.
1. Trauma Akustik
Trauma akustik merupakan gangguan pendengaran yang disebabkan oleh paparan tunggal terhadap intensitas kebisingan yang sangat tinggi dan tiba-tiba. Misalnya adalah ketulian akibat suara ledakan bom.
2. Ketulian Sementara
Ketulian sementara atau Temporary Threshold Shift merupakan gangguan pendengaran yang sifatnya sementara. Daya dengar penderita dapat pulih kembali secara perlahan.
3. Ketulian Permanen
Ketulian permanen atau Permanent Threshold Shift merupakan gangguan pendengaran yang permanen. Jika penderita ketulian sementara terpapar kebisingan sebelum pulih, maka akan terjadi “akumulasi”. Apabila hal ini terjadi secara berulang, penderita dapat mengalami ketulian permanen.
Baca juga: 13 Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Perusahaan
Jadi, pengertian bising adalah suara yang tidak dikehendaki. Jagalah indra pendengaran dari kebisingan agar tidak mengalami gangguan kesehatan. (KRIS)
