Pengertian dan Contoh Akomodasi dalam Interaksi Sosial Masyarakat

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pelajaran sosiologi kita mengenal istilah akomodasi dalam interaksi sosial masyarakat. Apa itu akomodasi dan apa saja contoh akomodasi dalam kehidupan sosial masyarakat? Simak dalam penjelasan berikut ini.
Pengertian Akomodasi dalam Interaksi Sosial
Dalam buku IPS Terpadu 2B untuk SMP dan MTs Kelas VIII Semester 2 oleh Y. Sri Pujiastuti, T.D. Haryo Tamtomo, dan N. Suparno (2007: 13), dijelaskan bahwa pengertian akomodasi adalah suatu proses sosial di mana tiap-tiap pihak yang bertikai dalam masyarakat yang bertikai melakukan penyesuaian dan berusaha mencapai kesepakatan untuk tidak saling bertentangan.
Faktor-faktor pendorong akomodasi adalah
Adanya paksaan pihak yang kuat terhadap yang lemah.
Pihak-pihak yang saling terlibat dalam pertikaiannya mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.
Adanya usaha-usaha mempertemukan keinginan pihak-pihak yang bertentangan.
Ada beberapa dampak yang ditimbulkan akomodasi, antara lain:
Pertentangan sebagai akibat dari perbedaan paham berkurang.
Dapat mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu.
kerja sama antar kelompok sosial yang terpisah-pisah akibat faktor sosial, psikologis, dan kebudayaan, dapat dimungkinkan.
Peleburan antar kelompok sosial yang terpisah dapat dilakukan.
Contoh Akomodasi
Menurut buku Sosiologi: Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat untuk Kelas X Sekolah Menangah Atas/Madrasah Aliyah oleh Bagja Waluya (2007: 48-49), terdapat banyak bentuk akomodasi, di antaranya adalah mediasi, toleransi, arbitrase, dan kompromi Berikut ini adalah bentuk dan contohnya:
Mediasi: Mediasi adalah suatu bentuk akomodasi di mana pihak ketiga berperan sebagai penengah yang bersikap netral dan tidak mempunyai wewenang untuk memberi keputusan-keputusan untuk menyelesaikan perselisihan antar kedua pihak. Pihak ketiga dalam mediasi disebut mediator. Contoh: Mediasi dalam penyelesaian masalah hubungan industrial.
Toleransi: Bentuk akomodasi yang terjadi tanpa persetujuan yang resmi. Kadang-kadang toleransi terjadi secara tidak sadar dan tanpa direncanakan karena adanya keinginan untuk sedapat mungkin menghindari perselisihan yang dapat merugikan kedua belah pihak. Contoh: Umat bergama di Indonesia saling menghormati saat beribadah dan hari raya keagamaan.
Abitrase: Bentuk akomodasi yang dilakukan apabila pihak-pihak yang berselisih tidak dapat mencapai kompromi sendiri sehingga dilakukan melalui pihak ketiga atau oleh suatu badan yang dianggap berwenang. Contoh: Pertentangan antara karyawan dan pengusaha diselesaikan melalui serikat buruh dan Departemen Tenaga kerja sebagai pihak ketiga.
Kompromi: Bentuk akomodasi ketika pihak-pihak yang terlibat perselisihan saling mengurangi tuntutan agar tercapai suatu penyelesaian. Sikap dasar untuk melakukan kompromi adalah semua pihak mau merasakan dan memahami keadaan pihak lainnya.
Itulah penjelasan mengenai akomodasi dalam kehidupan sosial masyarakat beserta bentuk dan contohnya. Semoga dapat menambah wawasan anda mengenai akomodasi dalam interaksi sosial.(IND)
