Pengertian dan Contoh Biloks atau Bilangan Oksidasi

Konten dari Pengguna
1 Maret 2021 17:39
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pengertian dan Contoh Biloks atau Bilangan Oksidasi (214862)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Biloks atau Bilangan Oksidasi, Foto: Dok. freepik.com
ADVERTISEMENT
Biloks atau bilangan oksidasi merupakan kata yang biasanya ditemui dalam pelajaran kimia. Atom memiliki muatan negatif serta positif. Sebuah atom bernilai positif jika melepaskan sejumlah elektron. Sementara atom yang bernilai negatif, dapat dikatakan negatif jika menerima elektron dari atom yang lain. Setiap atom yang memiliki elektron valensi berjumlah dua atau delapan, memiliki sifat yang stabil. Sebaliknya, jika suatu atom tidak memiliki valensi dengan jumlah dua atau delapan maka tidak stabil. Suatu muatan negatif dan positif dalam atom disebut juga dengan bilangan oksidasi.
ADVERTISEMENT

Pengertian, Aturan, dan Contoh Biloks atau Bilangan Oksidasi

Secara singkat, bilangan oksidasi merupakan jumlah elektron yang dilepas maupun diterima pada suatu pembentukan di dalam ion atau senyawa dan molekul. Mengutip Chang dalam buku Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti, biloks mencerminkan jumlah elektron yang berpindah (2004:102). Terdapat beberapa atom yang memiliki satu bilangan oksidasi. Namun, terdapat pula atom yang memiliki lebih dari satu bilangan oksidasi.
Terdapat aturan untuk menentukan biloks, sebagai berikut:
1. Setiap atom memiliki bilangan nol, jika dalam keadaan tidak bergabung. Atom tersebut adalah H2, Br2, Na, Be, K, O2, serta P4. Biloks ini disebut dengan unsur bebas.
2. Ion yang tersusun atas satu atom atau monoatom bilangan oksidasinya sama dengan muatan atom. Contohnya Na+, Mg2 dan Al3+ ialah +1, +2, dan +3.
ADVERTISEMENT
3. Biloks pada golongan logam Ia, IIa, dan IIIa contohnya adalah biloks Na dalam NaCl (+1), MgSO2 (+2), dan Al2O3 (+3).
4. Biloks pada golongan transisi atau golongan B lebih dari satu. Contohnya adalah biloks Sn merupakan +3 dan +4.
5. Jumlah biloks pada unsur yang membentuk ion jumlah muatannya adalah sama. Contohnya NH4+ sama dengan +1.
6. Jumlah biloks pada unsur yang membentuk senyawa adalah o. Contohnya merupakan h20 yang biloksnya adalah 0
7. Biloks pada hydrogen jika berikatan dengan logam sama dengan -1. Contohnya adalah AlH3 sama dengan -1.
8. Biloks oksigen dalam senyawa peroksida merupakan -1. Contohnya adalah BaO2 sama dengan -1.
Demikian pengertian, aturan, serta contoh biloks atau bilangan oksidasi. Semoga penjelasan di atas dapat membantu dalam pelajaran kimia. Selamat belajar!
ADVERTISEMENT
(RYFA)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020