Pengertian dan Contoh Sikap Komunikasi Teraupeutik

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang dirancang dan direncanakan untuk tujuan terapi. Ada beberapa contoh sikap komunikasi teraupeutik yang biasa dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Komunikasi teraupetik menjadi sangat penting karena dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan. Komunikasi terapeutik merupakan salah satu bentuk dari berbagai macam komunikasi yang ada.
Pengertian Komunikasi Teraupeutik
Dikutip dari buku Komunikasi Teraupeutik Bernuansa Islami karya Nina Salmaniah Siregar, (2021) pengertian komunikasi teraupeutik adalah komunikasi yang dilakukan atau dirancang untuk tujuan terapi.
Komunikasi terapeutik termasuk komunikasi interpersonal dengan titik tolak saling memberikan pengertian antar perawat dengan pasien. Komunikasi terapeutik ini dapat ditemukan di lingkungan kesehatan atau rumah sakit, khususnya antara perawat dengan pasien.
Komunikasi terapeutik merupakan interaksi antara perawat profesional dan pasien yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, kepercayaan, atau kesehatan dan kesejahteraan pasien.
Ada beberapa karakteristik dari komunikasi teraupeutik, di antaranya adalah sebagai berikut:
Keikhlasan, perawat harus mampu bertindak secara ikhlas agar mampu berkomunikasi dengan pasien secara tepat dalam proses perawatan.
Empati, perawat harus bisa memahami dan merasakan bagaimana perasaan yang dialami pasien dalam proses perawatan.
Kehangatan, hubungan yang saling membantu yang dibuat untuk memberikan pasien ruang untuk bercerita secara bebas dalam proses perawatan.
Contoh Sikap Komunikasi Terapeutik
Ada berbagai contoh sikap komunikasi terapeutik yang sering terjadi di dalam lingkungan kesehatan. Berikut di antaranya.
Memberikan perhatian penuh kepada pasien, misalnya dengan menatap mata, mengangguk-angguk, atau tersenyum.
Menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pasien, sesuai dengan latar belakang pendidikan, budaya, dan usia pasien.
Menggunakan nada suara yang ramah, sopan, dan jelas, serta menghindari nada suara yang tinggi, kasar, atau berteriak.
Menggunakan sikap tubuh yang terbuka, santai, dan bersahabat, serta menghindari sikap tubuh yang tertutup, tegang, atau bermusuhan.
Memberikan pujian, penghargaan, atau penguatan positif kepada pasien atas kemajuan atau prestasi yang dicapai.
Menunjukkan empati dan simpati kepada pasien, misalnya dengan mengatakan "Saya mengerti bagaimana perasaan Anda" atau "Saya turut prihatin dengan apa yang Anda alami".
Mengajukan pertanyaan terbuka yang dapat merangsang pasien untuk berbicara lebih banyak tentang dirinya atau masalahnya.
Baca juga: 6 Faktor yang Memengaruhi Komunikasi
Demikian adalah pembahasan mengenai pengertian dan contoh sikap komunikasi teraupeutik. Semoga bisa menjadi pembelajari bagi siapapun yang membutuhkan. (WWN)
