Pengertian dan Jenis-Jenis Tekstur dalam Seni Rupa

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memahami tekstur dalam seni rupa itu penting. Termasuk mengenal jenis-jenis tekstur dalam seni rupa.
Dalam seni visual, tekstur adalah salah satu elemen penting yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan, ide, dan konsep. Tekstur adalah karakteristik dari permukaan suatu benda yang bisa dirasakan melalui sentuhan.
Jenis-Jenis Tekstur dalam Seni Rupa
Mengutip buku Seni dan Budaya, Harry Sulastianto, dkk (2007), berdasarkan perwujudannya, tekstur terdiri atas tekstur asli seperti batu, ampelas dan bulu ayam.
Lalu, ada tekstur buatan yang terdapat pada bidang dua dimensi melalui pengolahan unsur warna, ruang, nada dan garis yang memberi kesan tertentu pada mata pengamat.
Tekstur menjadi salah satu bagian dari unsur-unsur seni rupa selain garis, bentuk, titik, warna, gelap terang, bidang, dan ruang. Tekstur dapat memberikan dimensi tambahan pada karya seni, menciptakan kedalaman visual, dan memberikan pengalaman taktik kepada penonton.
Terdapat dua jenis tekstur. Jenis-jenis tekstur dalam seni rupa tersebut antara lain:
1. Tekstur Semu (Tekstur Visual)
Tekstur semu (tekstur visual) adalah kesan atau persepsi visual tentang tekstur yang tidak terkait langsung dengan sifat fisik permukaan sebuah benda. Suatu permukaan bila secara visual tampak kasar, ketika diraba ternyata halus, maka ini termasuk dalam tekstur semu.
Tekstur semu dapat diciptakan melalui berbagai metode, termasuk pengolahan gambar digital, simulasi komputer, gambaran, lukisan atau penggunaan bahan lainnya.
Dalam tekstur semu ini sangat berhubungan dengan persepsi visual dan interpretasi seseorang terhadap apa yang dilihat. Hal ini seringkali terkait dengan ilusi visual dan teknik pengolahan untuk menciptakan tampilan tertentu.
Contoh:
Tekstur semu pada gambar pointilis atau teknik/cara menggambar/melukis yang menggunakan sekumpulan titik kecil untuk membuat sebuah lukisan atau gambar.
Tekstur semu pada lukisan, biasanya lukisan yang menggunakan medium cat air yang bersifat transparan.
2. Tekstur Nyata (Tekstur Taktis)
Tekstur nyata (tekstur taktis) adalah sifat permukaan alami suatu benda yang dapat dirasakan secara langsung secara fisik dengan indra peraba.
Sifat permukaan alami ini bisa kasar, halus, berpori atau padat, atau yang lainnya. Tekstur nyata dapat dirasakan melalui sentuhan atau pengalaman meraba secara langsung pada permukaan benda tersebut.
Ini sangat terkait dengan pengalaman sensorik langsung dan dapat diukur secara objektif oleh berbagai individu. Namun, persepsi terhadap tekstur nyata juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor individu seperti sensitivitas kulit dan pengalaman pribadi.
Contoh:
Lukisan dengan teknik impasto atau teknik lukisan di mana cat dilapiskan dengan sangat tebal di atas kanvas sehingga arah goresan sangat mudah terlihat.
Lukisan dengan teknik kolase atau teknik melukis dengan cara memotong kertas yang kemudian ditempelkan pada sebuah obyek tertentu, hingga lukisan menjadi 3 dimensi.
Baca Juga: Mengenal Nilai Keindahan dalam Seni Rupa
Demikian uraian tentang jenis-jenis tekstur dalam seni rupa. Semoga informasi ini dapat digunakan untuk permulaan memahami apa itu tekstur.
(ARD)
