Konten dari Pengguna

Pengertian Hukum Bacaan Gunnah beserta Contoh Bacaannya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hukum Bacaan Gunnah. Foto: dok. Unsplash/Sohaib Al Kharsa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hukum Bacaan Gunnah. Foto: dok. Unsplash/Sohaib Al Kharsa

Hukum bacaan gunnah merupakan salah satu hukum bacaan yang penting untuk diketahui umat muslim. Dengan memahami bagaimana hukum bacaan gunnah beserta cara membacanya yang benar, umat muslim dapat membaca Alquran dengan benar.

Dalam pelajaran ilmu tajwid, terdapat dua huruf hijaiyah dan tanda baca tertentu yang berlaku untuk membaca dengan hukum bacaan gunnah. Maka dari itu, umat muslim perlu memerhatikan secara saksama tanda baca dan guruf hijaiyah sebelum membaca Alquran.

Hukum Bacaan Gunnah

Ilustrasi Hukum Bacaan Gunnah. Foto: dok. Unsplash/Abdullah Faraz

Mengutip buku berjudul Belajar Cepat Tuntas Baca Tulis Al-Qur’an Jilid 4, H. Khariri (2021), hukum bacaan gunnah berarti dibaca dengan dengung atau sengau. Dalam ilmu tajwid, hukum gunnah disebut sebagai gunnah musyaddadah.

Huruf hijaiyah untuk hukum bacaan gunnah musyaddadah adalah huruf mim bertasydid (مّ) atau nun bertasydid (نّ). Tasydid adalah harakat yang digunakan sebagai tanda penekanan dalam suatu konsonan rangkap.

Cara membaca hukum bacaan gunnah musyaddadah adalah dengan menghentakkan suara mim atau nun yang bertasydid lalu didengungkan secara nyata ke pangkal hidung selama dua sampai tiga harakat.

Contoh Bacaan Gunnah

Ilustrasi Hukum Bacaan Gunnah, Sumber: Unsplash/Madrosah Sunnah

Hukum bacaan gunnah dapat ditemukan di dalam berbagai ayat Alquran. Berikut ini adalah beberapa contoh ayat dengan hukum bacaan gunnah dalam Alquran beserta cara membacanya dengan benar.

  • Surat Al Baqarah ayat 12, اَلَآ اِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُوْنَ cara membacanya nun tasydid dibaca dengung selama dua harakat sehingga bacaannya adalah alā innahum humul mufsidụna wa lākil lā yasy’urụn.

  • Surat Yasin ayat 31, الْقُرُوْنِ اَنَّهُمْ اِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُوْنَ cara membacanya “al qurụni annahum ilaihim lā yarji’ụn.”

  • Surat Al Kautsar ayat 3,إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلْأَبْتَرُ cara membacanya nun tasydiud dibaca dengan dengng sepanjang dua harakat sehingga dibaca “inna syāni`aka huwal-abtar.”

  • Surat Al Jatsiyah ayat 31, وَاَمَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ cara membacanya mim tasydid dibaca dengan dengung sepanjang dua harakat sehingga dibaca wa ammallażīna kafarū.

  • Surat Al Kahfi ayat 12, ثُمَّ بَعَثْنَٰهُمْ cara membacanya mim bertasydid dibaca dengan dengung sepanjang dua harakat sehingga dibaca “ṡumma ba’aṡnāhum.”

Baca juga: Hukum Bacaan Tafkhim dalam Tajwid

Dengan memahami hukum bacaan gunnah, umat muslim dapat membaca ayat-ayat Alquran dengan benar sesuai dengan hukum bacaan yang berlaku. (DAP)