Konten dari Pengguna

Pengertian, Jenis-Jenis Kebijakan Moneter, dan Tujuannya

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi Jenis-Jenis Kebijakan Moneter. Sumber: Unsplash/Chris Briggs
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Jenis-Jenis Kebijakan Moneter. Sumber: Unsplash/Chris Briggs

Kebijakan moneter adalah salah satu kebijakan dalam ekonomi makro. Kebijakan ini ditetapkan agar perekonomian bisa lebih baik. Terdapat jenis-jenis kebijakan moneter yang digunakan untuk mengatur peredaran jumlah uang.

Jumlah uang yang beredar di suatu negara harus diatur sedemikian rupa sehingga perekonomian negara tersebut bisa stabil. Oleh karena itu, kebijakan moneter ini perlu dipelajari oleh masyarakat.

Pengertian dan Jenis-Jenis Kebijakan Moneter

ilustrasi Jenis-Jenis Kebijakan Moneter. Sumber: Unsplash/Ibrahim Boran

Dikutip dari Kebijakan Moneter di Indonesia, Warjiyo dan Solikin (2017:2), pengertian kebijakan moneter adalah kebijakan otoritas moneter atau bank sentral dalam bentuk pengendalian besaran moneter untuk mencapai perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan.

Pada praktiknya, perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan adalah stabilitas ekonomi makro seperti rendahnya laju inflasi, cukupnya kesempatan kerja yang tersedia, atau membaiknya pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan moneter dibagi menjadi dua macam. Berikut adalah penjelasan jenis-jenis kebijakan moneter.

1. Kebijakan Moneter Ekspansif

Kebijakan moneter ekspansif disebut juga kebijakan uang longgar. Kebijakan ini merupakan kebijakan yang mengendalikan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Kebijakan ini dilakukan dengan cara menurunkan suku bunga, menurunkan persyaratan cadangan untuk bank, dan membeli sekuritas pemerintah.

Tujuan kebijakan moneter ekspansif secara keseluruhan adalah untuk meningkatkan perkembangan ekonomi dengan mengambil risiko terjadinya inflasi semakin besar. Contoh penggunaan kebijakan ini adalah untuk mengurangi jumlah pengangguran.

2. Kebijakan Moneter Kontraktif

Kebijakan moneter kontraktif merupakan kebijakan yang diterapkan untuk mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan ketika perekonomian negara sedang mengalami inflasi. Kebijakan ini juga disebut sebagai kebijakan uang ketat.

Kebijakan ini memiliki tujuan utama untuk menekan tingkat inflasi. Tujuan ini bisa dicapai dengan cara menjual obligasi pemerintah, menaikkan suku bunga, dan juga menaikkan persyaratan cadangan bagi bank.

Tujuan Kebijakan Moneter

Ilustrasi jenis-jenis kebijakan moneter. sumber: unsplash/MathieuSterm

Kebijakan moneter dilakukan oleh bank sentral suatu negara. Di Indonesia, bank sentral adalah Bank Indonesia (BI). BI bertujuan untuk meraih dan menjaga kestabilan nilai rupiah. Tujuan ini juga tercantum pada UU No. 3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia.

Kestabilan nilai rupiah maksudnya adalah harga barang dan jasa tetap stabil yang tercermin pada inflasi.

Baca juga: Pengertian dan Ciri-Ciri Terjadi Inflasi

Jadi, jenis-jenis kebijakan moneter yang akan diterapkan tergantung dari kondisi perekonomian suatu negara. Pelajari juga pengertian dan tujuan kebijakan moneter untuk menambah wawasan. (KRIS)