Pengertian Kelompok Sosial dan Jenis-jenisnya

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menurut informasi yang dilansir dari buku Sosiologi 2 (2007: 101) oleh Tim Sosiologi, pengertian kelompok sosial ialah suatu kumpulan manusia yang memiliki kesadaran untuk saling berinteraksi namun sifatnya tidak memiliki keterikatan seperti dalam organisasi. Kelompok ini sendiri dapat berupa kelompok yang kecil (face to face grouping) ataupun yang memiliki cangkupan besar.
Dalam kehidupan sehari-hari, kelompok sosial dengan skala kecil dapat dicontohkan melalui interaksi sosial antara seseorang dengan teman ataupun kerabatnya. Sedangkan kelompok masyarakat dengan skala besar dapat digambarkan melalui proses interaksi antara seseorang dengan masyarakat secara luas.
Kelompok-kelompok sosial ini sendiri sifatnya cukup dinamis dan selalu mengalami perubahan akibat adanya faktor baik dari dalam kelompok ataupun dari luar kelompok. Misalnya saja seperti adaya perbedaan pandangan ataupun konflik dalam kelompok tertentu (faktor internal) ataupun adanya pengaruh dari hal-hal lain yang bersifat eksternal.
Jenis-Jenis Kelompok Sosial Berdasarkan Proses Perkembangannya
Secara umum, pembentukan kelompok sosial tertentu diakibatkan oleh adanya rasa keterikatan ataupun ketergantungan antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Menurut Kun Maryati dan Juju Suryawati dalam Sosiologi: Jilid 2 (2001) terdapat dua kepentingan pokok yang menjadikan seseorang terlibat dalam kelompok sosial, diantaranya ialah sebagai berikut;
Memiliki keinginan untuk membaur dan menjadi satu dengan manusia lainnya
Memiliki keinginan untuk menyatu dengan lingkungan alam disekitarnya
Disamping itu, disebutkan pula bahwa syarat suatu kelompok dapat disebut sebagai kelompok sosial ialah apabila terdapat kesadaran dari individu yang bersangkutan bahwa ia merupakan bagian dari kelompok tertentu dan adanya hubungan timbal-balik antar anggotanya.
Berdasarkan proses perkembangannya, maka jenis-jenis kelompok sosial dapat digolongkan dalam 5 kelompok, dikutip lewat buku Sosiologi 2 (2007: 104) yakni sebagai berikut:
Kelompok Kekerabatan. Kelompok ini dapat disebut sebagai kelompok terkecil dalam masyarakat. Anggotanya sendiri terdiri dari individu dalam sebuah keluarga inti, yakni ayah, ibu, dan anak-anaknya.
Kelompok Okupasional. Kelompok ini umumnya tebentuk karena adanya kesamaan nilai, norma ataupun tingkah laku dari setiap anggotanya. Interaksi antara individu dengan kesamaan profesi ataupun hobi termasuk dalam kelompok sosial okupasional.
Kelompok Volunter. Umumnya terdiri dari individu yang memiliki kepentingan yang sama untuk memenuhi kebutuhan para anggotanya tanpa mengganggu masyarakat umum.
Kelompok Masyarakat Pedesaan (Rular Community). Kelompok ini umumnya didasarkan kepada bentuk aktivitas sosial ataupun pola pikir masyarakat pedesaan yang dikenal penuh pertimbangan tradisi. Kelompok masyarakat ini sendiri lebih memiliki sifat dengan asas kekeluargaan dan kebersamaan.
Kelompok Masyaakat Perkotaan (Urban Community). Kelompok ini umumnya tidak saling mengenal satu sama lain dan tidak terlalu mempertimbangkan tradisi namun tetap berada dalam kelompok yang sama-sama tinggal di perkotaan.
Selain kelompok sosial tadi, adapula pendapat yang menyebut bahwa secara umum jenis kelompok sosial dibedakan dalam dua hal, yakni kelompok sosial yang bersifat formal (memiliki tujuan yang jelas seperti organisasi), dan kelompok sosial informal (interaksi diluar organisasi).
Kelompok sosial sendiri pada dasarnya cukup kompleks dan tidak bisa dibeda-bedakan sesuai jenis tertentu secara mutlak. Namun ulasan tentang jenis kelompok sosial yang terdapat dalam buku tadi diharapkan dapat memberi kepahaman bagi kita tentang contoh-contoh kelompok sosial dalam kehidupan masyarakat. Semoga ulasan tadi bermanfaat ya! (HAI)
