Pengertian Proses Industri Pariwisata beserta Karakteristiknya

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proses industri pariwisata merupakan proses pengumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam pemenuhan kebutuhan wisatawan. Di dalam industri pariwisata, terdapat beberapa usaha pariwisata mulai dari hotel, restoran, dan pusat oleh-oleh.
Setiap daerah tentu mempunyai pariwisata unggulan. Dalam lingkup pariwisata tersebut, tentu akan ada proses idustri pariwisata yang saling mendukung satu sama lain.
Pengertian Proses Industri Pariwisata
Pengertian proses industri pariwisata merujuk pada berbagai kegiatan yang terlibat dalam perjalanan dan pengalaman wisata, mulai dari pelayanan, infrastruktur, promosi, serta manajemen destinasi.
Berdasarkan buku yang berjudul Pemasaran dalam Industri Pariwisata, I Made Darsana, dkk, (2023:1), proses industri pariwisata merupakan himpunan bidang usaha yang menghasilkan berbagai jasa dan barang yang dibutuhkan oleh wisatawan yang sedang melakukan perjalanan wisata.
Proses industri pariwisata meliputi akomodasi untuk pengunjung, kegiatan layanan makanan dan minuman, angkutan penumpang, agen perjalanan wisata, kegiatan reservasi lainnya, kegiatan budaya, serta kegiatan olahraga dan hiburan.
Berdasarkan Undang-Undang Pariwisata no 10 tahun 2009, industri pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan.
Karakteristik Proses Industri Pariwisata
Adapun karakteristik dari proses industri pariwisata berdasarkan buku Manjemen Pemasaran Pariwisata Model Brand Loyalty Pengembangan Potnsi Wisata di Kawasan Pedesaan, I Made Bayu Wisnata, dkk, (2019:3), adalah sebagai berikut:
Inseparabelity, yang berarti bahwa produk wisata tidak dapat dipindah-pindahkan, dimana proses produksi dan konsumsi terjadi bersamaan.
Variabelity, yakni produk dalam industri pariwisata sangat beragam dengan menggunakan sumber daya manusia sebagai kunci keberhasilan layanannya. Sumber daya manusia. pariwisata tersebut memiliki karakter yang unik dan berbeda- beda.
Intangible, yang berarti produk wisata sebagian besar tidak dapat disentuh, keramahtamahan. Misalnya keindahan alam.
Perishable, artinya produk wisata mudah rusak dengan risiko investasi tinggi. Kondisi ini sangat dirasakan pada saat terjadi bencana alam, terorisme, isu negatif yang dapat langsung menurunkan jumlah wisatawan dan menyebabkan banyak perusahaan gulung tikar.
Baca juga: Jenis-Jenis Pariwisata, Pengertian, dan Klasifikasinya
Demikianlah pengertian proses industri pariwisata dan karakteristiknya. Dengan membaca ulasan di atas, semoga dapat menambah wawasan bagi pembaca. (Adm)
