Konten dari Pengguna

Pengertian Proses Termal Pangan, Fungsi, dan Bentuk Prosesnya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengertian Proses Termal. Sumber: Unsplash/Conscious Design
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengertian Proses Termal. Sumber: Unsplash/Conscious Design

Pengertian proses termal pangan secara sederhana adalah salah satu metode untuk mengawetkan makanan dengan energi panas. Makanan yang biasanya dikonsumsi memiliki umur simpan.

Setiap makanan memiliki umur simpannya tersendiri. Agar makanan dapat bertahan lebih lama, maka dibutuhkan proses pengawetan yang tepat.

Pengertian Proses Termal dan Fungsinya

Ilustrasi Pengertian Proses Termal. Sumber: Unsplash/Ashwini Chaudhary Monty

Makanan merupakan sumber energi untuk manusia. Ada banyak jenis makanan yang dapat dikonsumsi. Makanan-makanan tersebut sayangnya memiliki umur simpan. Jika makanan sudah melebihi umur simpan, maka akan rusak atau busuk sehingga tidak dapat dikonsumsi lagi.

Karena memiliki umur simpan yang berbeda, maka diciptakan proses pengawetan. Dikutip dari buku Dasar Pengawetan: Edisi Revisi, Suprayitno (2022), pengawetan adalah suatu teknik atau tindakan yang digunakan oleh manusia pada bahan pangan sedemikian rupa sehingga bahan tersebut tidak mudah rusak.

Ada banyak metode yang dapat dilakukan, salah satunya adalah proses termal. Pengertian proses termal adalah pengawetan bahan-bahan makanan untuk meningkatkan umur simpan dengan menggunakan suhu panas yang tinggi.

Proses termal pangan ini biasanya digunakan untuk produk-produk kaleng seperti kornet, sarden, buah kaleng, dan lain sebagainya. Lantas apa saja fungsi dari proses termal tersebut?

Fungsi utama dari proses ini adalah memperpanjang daya simpan suatu produk pangan. Sehingga dapat meningkatkan keamanan pangan jika disimpan dalam jangka waktu tertentu. Proses ini juga ternyata memberikan pengaruh pada mutu produk sebagai berikut:

  • Meningkatkan daya cerna protein dan karbohidrat di makanan

  • Memperbaiki mutu sensori

  • Melunakkan tekstur makanan sehingga mudah untuk dikonsumsi

4 Bentuk Proses Termal Pangan

Ilustrasi Pengertian Proses Termal. Sumber: Unsplash/Ashwini Chaudhary Monty.

Pengawetan dengan proses termal dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk. Berikut bentuknya yang wajib diketahui.

1. Menggunakan Uap

Bentuk proses termal yang pertama adalah menggunakan uap. Uap dihasilkan oleh ar. Uap tersebut membawa energi panas yang dibutuhkan untuk blansir, pasteurisasi, evaporasi, ekstrusi, dan sterilisasi produk makanan.

2. Menggunakan Udara Panas

Bentuk proses termal selanjutnya adalah menggunakan udara panas. Proses termal menggunakan bentuk ini dilakukan dengan cara pengeringan, penyangraian, serta pemanggangan.

3. Menggunakan Minyak Panas

Bentuk proses termal yang dapat dilakukan di rumah adalah dengan minyak panas. Caranya adalah dengan menggoreng bahan makanan.

4. Menggunakan Energi Iradiasi

Bentuk proses termal yang terakhir adalah energi iradiasi. Energi iradiasi adalah pemanasan menggunakan gelombang mikro radiasi infrared, gelombang mikro, dan juga radiasi ionisasi.

Baca juga: Mengenal Teknik Pengawetan Bahan Makanan Hewani

Dapat disimpulkan bahwa pengertian proses termal adalah pengawetan bahan pangan dengan menggunakan panas untuk mematikan bakteri. Jadi jika ingin mengawetkan berbagai jenis makanan, masyarakat dapat menggunakan proses termal. Semoga membantu! (FAR)