Pengertian Resistor dalam Ilmu Fisika beserta Contoh Soalnya

ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Resistor merupakan salah satu istilah yang kerap muncul dalam ilmu Fisika, terutama saat membahas tentang listrik. Pengertian resistor itu sendiri adalah komponen elektrik yang memiliki fungsi untuk memberi hambatan terhadap arus listrik.
Penjelasan mengenai resistor biasanya mulai muncul pada jenjang sekolah menengah, baik itu SMP maupun SMA jurusan IPA. Pasalnya, kedua jenjang tersebut terdapat dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam atau Fisika yang membahas tentang listrik.
Pengertian Resistor dalam Ilmu Fisika
Dikutip dari buku Teknik Reparasi PC dan Monitor, Budiharto dan Saftian (2005: 46), pengertian resistor dalam Fisika adalah komponen elektrik yang berfungsi untuk memberikan hambatan terhadap aliran arus listrik. Resistor sangat diperlukan dalam suatu rangkaian listrik.
Masih mengutip dari buku yang sama, Budiharto dan Saftian (2005: 46), dalam rangkaian listrik dibutuhkan resistor dengan spesifikasi tertentu, seperti besar hambatan, arus maksimum yang boleh dilewatkan, dan karakteristik hambatan terhadap suhu serta panas.
Jadi, dapat dipahami bahwa resistor memiliki kegunaan untuk memberi hambatan terhadap aliran arus listrik. Namun, tidak semua resistor dapat digunakan dalam rangkaian listrik sebab ada ketentuan besar hambatan dan arus maksimum dari setiap rangkaian.
Contoh Soal tentang Resistor
Guna melengkapi pemahaman tentang resistor dalam ilmu fisika, setiap orang dapat mencoba mempelajari soal seputar resistor. Dikutip dari buku Kumpulan Lengkap Rumus Fisika SMA, Esvandiari (2007: 127), berikut contoh soal resistor dan jawabannya.
A. Soal
Empat buah resistor masing-masing 10 ohm, 4 ohm, 6 ohm, dan 5 ohm disusun seri. Kemudian ujung-ujungnya ditutup dengan baterai 75 V. Tentukan kuat arus yang melalui tiap-tiap resistor dan tegangan pada tiap-tiap resistor.
B. Jawaban
Tegangan pada setiap resistor dapat dihitung jika kuat arus (I) yang melalui tiap resistor dapat ditentukan. Cara menentukan kuat arus dapat melalui hitungan I = V/R. Jadi, untuk menjawab soal diperlukan penentuan hambatan pengganti (Rs).
Rs = (10 + 4 + 6 + 5) ohm
Rs = 25 ohm
I = V/Rs
I = 75/25
I = 3 A
V1 = IR1 = (3 A) (10 ohm) = 30 V
V2 = IR2 = (3 A) (4 ohm) =12 V
V3 = IR3 = (3 A) (6 ohm) =18 V
V4 = IR4 = (3 A) (5 ohm) = 15 V
Jadi, kuat arus dalam rangkaian tersebut adalah 3 A dengan tegangan di tiap-tiap resistor adalah 30 V, 12 V, 18 V, dan 15 V.
Baca juga: Hukum Ohm dan Contoh Soal yang Bisa Kamu Pelajari
Demikian menjadi jelas bahwa pengertian resistor adalah komponen yang berfungsi untuk memberi hambatan terhadap arus listrik. Kemudian, dapat dipahami juga bahwa resistor memiliki banyak jenis yang tergantung dari besar hambatan yang diperlukan. (AA)
