Pengertian serta Cara Membedakan Antara Fakta dan Fiksi, Opini, dan Asumsi

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara membedakan antara fakta dan fiksi, opini, dan asumsi harus dipahami oleh semua orang. Kalimat mengenai fakta, fiksi, opini, dan asumsi biasanya dapat ditemukan dalam pelajaran bahasa Indonesia.
Keempat kalimat tersebut dapat dibaca dalam berbagai macam teks. Tetapi terkadang sulit untuk membedakan fakta, fiksi, asumsi, dan opini. Padahal keempat istilah itu memiliki arti hingga penggunaan yang berbeda-beda.
Ulasan Cara Membedakan Antara Fakta dan Fiksi, Opini, dan Asumsi serta Pengertiannya
Banyak orang yang masih tidak tahu cara membedakan antara fakta dan fiksi, opini, dan asumsi. Padahal dengan mengetahuinya, maka tidak akan sulit saat ingin mengidentifikasi suatu teks.
Agar dapat memahami perbedaan fakta, fiksi, opini, dan asumsi, berikut penjelasannya.
1. Fakta
Apa yang disebut dengan fakta? Dikutip dari buku Fokus Menyelesaikan Soal-Soal Ujian Nasional SMP 2009, Supadi, et al (2009), fakta adalah keadaan atau peristiwa yang benar-benar terjadi atau kenyataan. Terdapat beberapa ciri dari fakta, antara lain.
Informasi berasal dari kejadian sebenarnya.
Dapat menjawab rumus pertanyaan 5 W dan 1 H.
Dapat dibuktikan kebenarannya.
Fakta dikumpulkan dari narasumber yang dapat dipercaya.
Fakta memiliki sifat objektif.
Mempunya data yang akurat mengenai tanggal, waktu, tempat, dan peristiwanya.
Berisi data kuantitatif dan kualitatif.
Menyatakan peristiwa yang sedang atau telah terjadi.
2. Fiksi
Fiksi merupakan cerita maupun latar yang asalnya bukan berdasarkan fakta atau sejarah. Dalam kata lain, fiksi berasal dari imajinasi. Fiksi memiliki beberapa ciri, sebagai berikut.
Berdasarkan hasil karangan atau tidak nyata.
Dibuat untuk tujuan menghibur.
Menggunakan bahasa yang komunikatif.
3. Opini
Opini dapat diartikan sebagai sikap atau pendapat seseorang tentang sebuah keadaan yang pernah atau belum terjadi. Berbeda dengan fakta, opini dipengaruhi oleh pemikiran perasaan, keinginan, pengalaman, pemahaman, hingga keyakinan seseorang. Berikut beberapa ciri dari opini:
Opini berisi mengenai pendapat tentang peristiwa yang terjadi.
Informasi yang disampaikan belum memiliki pembuktian.
Tidak memiliki narasumber.
Tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
Ditandai dengan kata bisa jadi, mungkin, seharusnya, sebaiknya.
4. Asumsi
Asumsi adalah suatu anggapan yang kebenarannya belum terbukti dan memerlukan pembuktian secara langsung. Terdapat beberapa ciri asumsi, antara lain:
Asumsi dapat berbentuk kalimat pernyataan atau notasi matematis.
Asumsi dalam suatu teori harus dinyatakan secara jelas.
Asumsi yang terkandung dalam suatu teori harus memiliki kaitan dengan peristiwa empiris.
Asumsi yang baik harus bermanfaat atau bersifat prediksi.
Baca juga: Ulasan Pengertian dan Contoh Kalimat Opini dan Kalimat Fakta di Bahasa Indonesia
Itu tadi adalah cara membedakan antara fakta dan fiksi, opini, dan asumsi. Semoga dapat menambah wawasan mengenai pelajaran bahasa Indonesia. (FAR)
