Pengertian Shalat dan Hukum Pelaksanaannya

·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Definisi salat dapat diartikan sebagai salah satu kewajiban bagi umat Islam. Pasalnya salat menjadi bagian dari rukun Islam yang kedua yang sangat ditekankan atau menjadi ibadah yang paling utama setelah dua kalimat syahadat. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,
“Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan salat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitullah, dan berpuasa pada bulan Ramadan.” (HR Muslim 16).
Umat Islam yang sudah balig dan memenuhi syarat wajib untuk salat harus menjalankan salat lima waktu. Salat juga merupakan tiang atau pondasi agama sehingga kewajiban ini sangat penting bagi kita semua.
Lalu sebenarnya apa pengertian dari salat dan bagaimana dasar hukum, tujuan, maupun manfaatnya? Berikut adalah penjelasannya
Apa Definisi Salat itu?
Dalam buku Shalat: Hikmah Falsafah dan Urgensinya Karya Abdul Aziz Salim Basyarahil (1996:9) pengertian salat adalah suatu ibadah yang meliputi peragaan tubuh yang khusus dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam (taslim).
Salat merupakan ibadah yang mencakup berbagai ibadah di dalamnya seperti zikir kepada Allah SWT, tilawah kitabullah, berdiri menghadap Allah SWT, bersujud, berdoa, tasbih dan takbir.
Apakah yang Dimaksud dengan Salat Wajib?
Salat wajib adalah ibadah wajib paling utama setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Ibadah salat menjadi salah satu bagian dalam rukun Islam. Adapun arti rukun sendiri ialah hal yang wajib dilaksanakan. Jika tidak dilakukan, orang yang melewatkannya akan mendapat dosa dan tidak ada yang dapat membantu menggugurkan rukun tersebut.
Dasar hukum Melaksanakan Salat
Salat merupakan salah satu tiang agama Islam, karena itulah banyak ayat Al Qur'an yang memerintahkan pada umat Islam untuk menjalankan ibadah salat. Setiap muslim yang mukallaf wajib melaksanakan salat lima waktu dalam sehari semalam.
Syariat melaksanakan salat fardu lima waktu disempurnakan ketika Nabi Muhammad menerima wahyu dari Allah dalam peristiwa Isra dan Mi’raj. Sebagaimana riwayat dalam hadis sahih Imam Bukhari (No. 342) dan Muslim (No. 163), Rasulullah SAW bersabda:
“loteng rumahku terbuka saat aku berada di Makkah, kemudian Jibril turun. Ia memegang tanganku dan mengangkatku ke langit. Kemudian Allah memfardukan salat 50 waktu pada umatku, maka aku kembali lagi, dan Dia (Allah) berfirman: “salat 5 waktu itulah (pahalanya sama dengan) salat 50 waktu, tidak akan tergantikan lagi pernyataanku.”
Sejak saat itu salat wajib lima waktu sehari semalam difardukan bagi umat Nabi Muhammad SAW. Salat wajib lima waktu ini meliputi subuh, zuhur, asar, magrib, dan isya. Umat Islam yang melaksanakan salat wajib lima waktu akan mendapat pahala sama seperti salat 50 waktu.
Syarat Wajib Salat
Dalam menjalankan ibadah salat terdapat beberapa syarat yang harus kita penuhi terlebih dahulu, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Beragama Islam
2. Memiliki akal yang sehat dan tidak gila
3. Sudah dewasa (balig)
4. Bersih dan suci dari najis, haid, nifas, dan sebagainya
Selian itu juga terdapat beberapa syarat agar sah salat yang kita lakukan di antaranya:
1. Waktunya telah tiba
2. Suci dari hadas besar dan hadas kecil
3. Suci badan, pakaian, dan tempat salat dari najis
4. Menutup aurat
5. Menghadap kiblat
Tujuan Kita Salat untuk Apa?
Berikut adalah beberapa tujuan umat Islam dalam melaksanakan salat:
1. Untuk mengingat Allah (zikir)
Salat merupakan ibadah yang dilakukan agar umat Islam bisa berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Pasalnya salat menjadi amalan utama untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Sebelum salat, umat Islam harus bersuci untuk membersihkan badan, pakaian maupun tempat salat dari segala najis.
2. Mencegah perbuatan keji dan munkar
Menurut Syeh Nawawi Al Bantani dalam tafsirnya, kata Al-fahsyaa’ berarti larangan untuk meniadakan adanya Tuhan atau disebut ateis. Sedangkan kata Al-munkar berarti menetapkan adanya Tuhan selain Allah atau disebut musyrik.
Sehingga, saat umat Islam salat mengucapkan takbir berarti dia mengakui adanya Tuhan, dan membantah orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Adapun ucapan kata Akbar berati Tuhan yang Maha Agung yang Esa bukan terdiri dari berbagai macam Tuhan.
3. Mengajarkan hidup rukun kepada sesama manusia
Tujuan salat selanjutnya ialah mengajarkan hidup rukun ke sesama manusia. Hal ini ada dalam bacaan salam sebagai doa keselamatan kepada orang yang ada di sekitar kita, baik yang dikenal maupun tidak. Sebagaimana hadis Nabi yang berbunyi,
المسلم من سلم الناس من لسانه ويده والمهاجر من هجر ما نهى الله عنه.
Artinya: Muslim yang baik adalah orang yang memberikan keamanan orang lain dari gangguan ucapan dan tangannya, serta orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan laranganNya.
Berdasarkan hadis di atas, umat Muslim yang taat akan perintah agama senantiasa menjaga perkataan dan perilakunya agar tidak menyakiti orang lain. Sehingga akan tercipta kehidupan yang rukun dan damai.
4. Menyatukan umat Islam di seluruh dunia
Umat Islam melakukan salat dengan menghadap kiblat. Hal ini menjadi titik persamaan semua manusia tanpa membeda-bedakan walaupun mereka berbeda ras, budaya, suku bangsa.
Apa Manfaat bagi Orang yang Rajin Salat?
Ada banyak manfaat melaksanakan salat, berikut di antaranya:
1. Diampuni segala dosanya
Orang yang rajin salat, baik salat wajib atau sunah akan dicintai oleh Allah SWT, salah satunya dengan diampuni dosa-dosanya. Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya seorang hamba yang muslim, jika menunaikan salat dengan ikhlas karena Allah, dosa-dosanya akan berguguran seperti gugurnya daun-daun ini dari pohonnya." (HR. Ahmad).
2. Menerima balasan surga
Manfaat orang yang rajin salat akan akan mendapatkan ganjaran surga. Hadis riwayat Abu Daud dari Abu Qatadah bin Rib'iy, Rasulullah SAW bersabda:
"Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Aku mewajibkan umatmu salat lima waktu, dan Aku berjanji bahwa barangsiapa yang menjaga waktu-waktunya pasti Aku akan memasukkannya ke dalam surga, dan barangsiapa yang tidak menjaganya maka dia tidak mendapatkan apa yang aku janjikan."
3. Hati menjadi tenang
Salat bermanfaat untuk menyenyejukkan hati dan sebagai penenang jiwa bagi siapa saja yang melakukannya. Sebagaimana Nabi SAW bersada,
"Dijadikan kesenanganku dari dunia berupa wanita dan minyak wangi. Dan dijadikanlah penyejuk hatiku dalam ibadah salat." (HR. An-Nasa'i no. 3391 dan Ahmad 3: 128, sahih)
4. Mendapatkan cahaya ketika hari kiamat
Manfaat lainnya dari salat, yakni mendapatkan cahaya sebagai bukti keselamatan di hari kiamat. Nabi SAW bersada,
"Barangsiapa yang menjaganya, ia akan mempunyai cahaya, bukti dan keselamatan kelak di hari kiamat. Dan barangsiapa yang tidak menjaganya maka ia tidak mempunyai cahaya, bukti, dan keselamatan pada hari kiamat dan ia akan tinggal bersama Qorun, Firaun, Haman dan Ubay bin Khalaf." (HR. Ahmad)
Semoga informasi mengenai salat ini bermanfaat untuk kita semua.
(WS & ZHR)
