Konten dari Pengguna

Penjelasan Tahsinul Kitabah sebagai Dasar Menulis Huruf Alquran

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahsinul quran. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Tahsinul quran. Sumber: unsplash.com

Dalam mempelajari baca dan tulis Alquran, dikenal istilah tahsinul kitabah. Istilah ini memiliki arti menulis huruf-huruf Alquran atau hijaiyyah dengan memperhatikan kaidah-kaidah penulisan huruf yang baik dan benar. Jadi, setiap muslim yang sedang belajar tentang Alquran, sudah pasti harus menguasai materi ini.

Tahsinul KItabah sebagai Dasar Menulis Huruf Alquran

Tahsinul quran. Sumber: unsplash.com

Mengutip dari buku Al-Muyassar Fi Al Kitabah karya Abdul Haris (2016), tahsin berarti perbaikan dan kitabah adalah menulis. Tahsinul kitabah sendiri adalah salah satu proses awal saat belajar Alquran. Adapun tujuan utama dari belajar menulis huruf Alquran adalah untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan menulis secara membaca huruf Arab. Dengan begitu, Anda bisa memahami dan melafalkannya dengan baik.

Berikut ini adalah tata cara implementasi dari metode kitabah yang dapat Anda ketahui.

  1. Pada awal pembelajaran, guru memberikan informasi tentang jalannya pembelajaran dan tugas yang harus dilaksanakan peserta didik secara singkat dan jelas.

  2. Guru memberikan sketsa huruf hijaiiyah dengan panah penunjuk arah gerakan menulis dan garis bantu yang menentukan benar tidaknya letak huruf yang ditulis disertai dengan contoh huruf-huruf hijaiyyah yang akan dibuat.

  3. Guru menjelaskan tiap sketsa huruf hijaiyyah beserta bunyinya pada peserta didik secara singkat.

  4. Guru menyuruh peserta didik untuk maju ke depan dan menulis huruf hijaiyyah sesuai dengan sketsa yang telah dibuat guru dengan cara menyambung garis putus-putus menjadi garis lurus sehingga membentuk huruf hijaiyyah yang utuh. Kegiatan ini dilakukan secara bergantian oleh peserta didik.

  5. Sebagai latihan guru memberikan kertas kosong yang digunakan peserta didik untuk menulis kembali huruf-huruf arab yang telah dibuat.

  6. Guru melanjutkan dengan menguji keterapilan menulis huruf arab peserta didik secara acak.

  7. Guru melakukan kesimpulan, klarifikasi, dan tindak lanjut.

  8. Guru melakukan evaluasi/tes praktek menulis huruf hijaiyyah.

Selain tata cara tersebut, Anda juga perlu paham bahwa metode ini dapat memudahkan setiap muslim yang ingin belajar menulis huruf Arab karena sudah dilengkapi dengan panah petunjuk arah gerakan menulis dan garis bantu yang dapat menentukan benar atau tidaknya letak huruf yang ditulis.

(Anne)