Penjelasan tentang Berpikir Kritis Menurut Islam dan Al-Quran

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seluruh umat Muslim harus dapat memahami cara berpikir kritis menurut Islam dan Al-Quran. Hal itu karena terdapat banyak ayat pada Al-Quran yang membahas mengenai berpikir kritis,
Berpikir kritis tersebut biasanya menyangkut tentang segala ciptaan Allah Swt termasuk yang ada di bumi serta langit. Salah satu ayat yang membahas mengenai hal ini adalah pada surat Ali Imran.
Berpikir Kritis Menurut Islam dan Al-Quran
Dikutip dari buku Contextual Teaching dan Learning: Menjadikan Kegiatan Belajar-Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna, Johnson (2002), berpikir kritis adalah berpikir dengan baik dan merenungkan tentang berpikir merupakan bagian dari berpikir dengan baik.
Dalam agama Islam, terdapat istilah mengenai berpikir kritis. Berpikir kritis menurut Islam dan Al-Quran terdapat dalam surat Ali Imran ayat 190-191 sebagai berikut.
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau lindungilah kami dari azab mereka.”
Pada surat Ali Imran ayat 190, terdapat kalimat “orang yang berakal”. Kementerian Agama Indonesia menafsirkan kalimat tersebut sebagai Ulil Albab. Ulil Albab berarti bahwa umat muslim harus bisa menempatkan Allah, rasul, serta agama Islam di dalam hatinya.
Berpikir kritis dalam agama Islam juga memiliki arti dapat mengamati berbagai tanda kekuasaan Allah Swt. yang ada di seluruh alam semesta. Adanya tanda-tanda kebesaran Allah Swt. tersebut seharusnya menjadikan seluruh umat Islam lebih beriman.
Selain itu, umat Islam dapat berpikir lebih kritis melalui berbagai surat dan ayat Al-Quran. Meskipun demikian, manusia memiliki keterbatasan mengenai kekuasaan Allah Swt., hal itu terdapat dalam hadis Rasulullah Saw. sebagai berikut.
تَفَكَّرُوا فِي الْخَلْقِ وَلَا تَفَكَّرُوا فِي الْخَالِقِ فَإِنَّكُمْ لَا تَقْدُرُونَ قَدْرَهَ
Artinya: “Berpikirlah tentang ciptaan dan jangan berpikir tentang Pencipta, karena kamu tidak akan mampu memikirkan-Nya.” (HR. Abu Nu’aim)
Baca juga: Refleksi Perilaku Beriman Kepada Hari Akhir yang Perlu Diamalkan Umat Muslim
Itu tadi adalah berpikir kritis menurut Islam dan Al-Quran. Semoga penjelasan di atas dapat menambah wawasan. (FAR)
