Pentingnya Sitoplasma bagi Kehidupan Manusia

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah mendengar istilah sitoplasma? Mungkin, beberapa dari kamu bertanya-tanya, apa itu? Dari buku Cerdas Biologi untuk Kelas XI, Oman Karman (2006:14), sitoplasma adalah bagian sel yang berbentuk cairan dan ada di luar nukleus (inti sel). Sebanyak 80-85% cairan di dalamnya adalah air, sedangkan sisanya adalah 10-15% protein, 2-4% lipid, 1% polisakarida, dan 1% asam nukleat. Areanya terbatas di luar membran plasma, lapisan ganda lipid, dan dalam membran nukleus.
Sitoplasma bagi Kehidupan Manusia
Di dalam sitoplasma terdapat beberapa organel yang merupakan subunit khusus di dalam sel, yang melakukan fungsi spesifik di sel eukariotik (pada tanaman, hewan, dan manusia) dan sel prokariotik (bakteri). Inilah organel-organel tersebut beserta tugasnya:
Retikulum endoplasma (RE)
Berbentuk seperti membran yang berkelok-kelok, tugasnya adalah membentuk jaringan, menyediakan enzim-enzim di sepanjang RE, dan transportasi berbagai zat.
Aparatus golgi
Berbentuk lempengan cembung seperti kantung, organel ini sangat aktif di sel-sel sekresi, seperti kelenjar ludah. Tugasnya adalah membawa zat-zat yang dihasilkan RE menuju membran sel.
Ribosom
Berbentuk butiran yang terdiri dari 65% ribonucleic acid dan 35% protein ribosom, ia bertugas untuk menerjemahkan mRNA untuk menjadi protein dan melakukan sintesis protein di dalam sel.
Mitokondria
Organel ini bertugas untuk mengubah lemak menjadi karbohidrat sehingga menciptakan energi di dalam bentuk ATP.
Lisosom
Berbentuk seperti kantong bulat yang dilapisi membran, lisosom mengandung enzim yang sanggup mencerna lipid, fosfolipid, dan protein. Ia juga bertugas untuk mengurai organel sel yang telah rusak.
Peroksisom
Berukuran seperti lisosom, peroksisom bertugas untuk mengoksidasi asam lemak panjang menjadi lebih pendek untuk akhirnya dibawa ke mitokondria dan mengalami oksidasi sempurna. Selain itu, peroksisom di hati dan ginjal manusia, juga bertugas untuk mendetoksifikasi berbagai molekul beracun yang memasuki darah.
Fungsi
Selain tugas utamanya untuk menyokong dan mengamankan molekul seluler dan organel di dalamnya, sitoplasma juga berfungsi untuk:
Melarutkan sisa metabolisme sel dan memindahkan senyawa-senyawa di dalam sel
Menampung semua organel sel di luar nukleus
Mengekalkan bentuk dan ketekalan sel
Memastikan keamanan transportasi materi genetik, bahkan saat mereka bertabrakan di dalam sel
Demikianlah penjelasan tentang pentingnya bagian sel yang satu ini. Tanpa sitoplasma, maka proses kinerja sel akan terganggu. (BR)
