Konten dari Pengguna

Perbedaan Puisi, Prosa, dan Drama sebagai Karya Sastra

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perbedaan puisi, prosa, dan drama. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perbedaan puisi, prosa, dan drama. Foto: Pexels

Karya sastra menurut genre atau jenisnya terbagi atas puisi, prosa, dan drama. Pembagian tersebut didasarkan atas perbedaan fisik yang membuat tiap karya sastra tersebut memilki ciri khas tersendiri.

Untuk mengetahui apa saja aspek yang membedakan ketiganya, simak artikel ini karena akan diuraikan perbedaan puisi, prosa, dan drama sebagai karya sastra. Dengan begitu, pembaca dapat lebih memahami keistimewaannya masing-masing.

Perbedaan Puisi, Prosa, dan Drama

Ilustrasi perbedaan puisi, prosa, dan drama. Foto: Pexels

Untuk memudahkan pemahaman mengenai perbedaan puisi, prosa, dan drama, berikut ini beberapa aspek yang perlu diperhatikan.

1. Puisi

Puisi adalah jenis sastra yang bentuknya dilukiskan dalam bahasa yang singkat, padat, serta indah, sehingga mampu mempertajam kesadaran orang akan suatu pengalaman dan membangkitkan tanggapan lewat bunyi, irama, dan makna khusus.

Bentuk puisi lama selalu terikat oleh aturan-aturan tertentu seperti jumlah baris, suku kata, irama setiap bait. Sedangkan puisi baru atau dikenal sebagai puisi modern tidak terikat dengan pola-pola estetika yang kaku atau patokan yang membelenggu kebebasan penyair.

Menurut Ahmad Wahyudi dalam bukunya yang berjudul Menggores Tinta Puisi, ciri-ciri puisi yang membedakannya dengan karya sastra lain antara lain:

  • Puisi lebih cenderung memakai bahasa konotatif.

  • Bentuknya bersifat memadatkan (kondensasi).

  • Menyatakan sesuatu secara tidak langsung.

  • Memiliki sifat ekspresi kreatif (menciptakan kata-kata).

  • Sifat kreatif puisi tidak tidak keluar dari simpanan ingatan melainkan kata-kata dalam puisi dilahirkan atau dibentuk.

2. Prosa

Prosa adalah jenis sastra dengan bentuk paragraf yang bebas mengungkapkan kata-kata yang diinginkan. Prosa lebih dikenal dengan cerita kehidupan dan bahasanya sangat dekat dengan bahasa sehari-hari. Berikut ciri-ciri prosa:

  • Menggunakan bahasa denotatif atau bahasa sehari-hari.

  • Bentuknya bersifat menyebarkan (dispersi).

  • Menyatakan sesuatu secara langsung.

  • Memiliki sifat ekspresi konstruktif (menyebarkan kesan-kesan dari ingatan).

  • Sifat kreatif prosa hanya terlihat pada rencana dan pelaksanaanya, kata-kata/bahan-bahan yang tersedia. Pengarang hanya menyusun ulang.

Baca Juga: Unsur Budaya dan Agama Apa Saja yang Ada di Pasar Tanah Kongsi?

3. Drama

Drama adalah jenis karya sastra yang bertujuan menggambarkan kehidupan lewat lakon dan dialog (percakapan) para tokoh. Pada dasarnya, drama tidak jauh berbeda dengan karya prosa fiksi.

Adapun perbedannya terletak pada tujuan utama penulisan naskah drama yang umummya dirancang untuk dipentaskan, sehingga hal-hal yang menunjang pementasan harus ada dalam naskah drama. Hal ini mencakup bagaimana keadaan panggung, petunjuk gerak gerik pelaku, tata cahaya, dan sebagainya.

Sama seperti prosa, drama juga menggunakan bahasa denotatif. Meskipun bahasanya dekat dengan bahasa sehari-hari, prosa dan drama tetap memakai diksi yang menimbulkan kesan dan efek ke pembaca.

Adapun perbedaan drama dengan karya sastra lain, yakni:

  • Memiliki tiga dimensi, yakni dimensi sastra, gerakan, dan ujaran.

  • Memberi pengaruh emosional yang lebih kuat dibanding karya sastra lain.

  • Drama memiliki keterbatasan pemanfaatan objek material, segi artistik, segi kepentasan, dan intelegensi rata-rata penonton.

  • Memiliki episode dan jumlah yang terbatas.

  • Naskah drama merupalan suatu karya sastra yang isinya melalui percakapan.

(SA)