Perbedaan Sel Prokariotik dan Eukariotik, Ketahui sebelum Ujian Biologi

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan sel prokariotik dan eukariotik sering menjadi topik yang membuat banyak siswa penasaran dan sekaligus menegangkan menjelang ujian biologi.
Memahami konsep ini bukan sekadar soal hafalan, melainkan juga tentang mengenali pola, ciri, dan keragaman kehidupan pada tingkat seluler.
Setiap jenis sel membawa cerita tersendiri tentang bagaimana makhluk hidup beradaptasi dan menjalankan fungsi hidupnya dengan cara yang unik.
Perbedaan Sel Prokariotik dan Eukariotik
Perbedaan sel prokariotik dan eukariotik menjadi salah satu konsep penting yang menunjukkan keragaman kehidupan dan membantu memahami bagaimana sel menyesuaikan struktur dan fungsinya sesuai kebutuhan organisme. Berikut ini beberapa perbedaannya:
1. Dinding Sel
Sel prokariotik memiliki dinding sel yang kompleks dengan kandungan peptidoglikan, sedangkan dinding sel pada sel eukariotik lebih sederhana secara kimia, sehingga keduanya menunjukkan cara adaptasi yang berbeda terhadap lingkungan.
2. Flagela
Flagela pada sel prokariotik tersusun dari dua protein utama, sementara pada sel eukariotik lebih kompleks karena terdiri dari banyak mikrotubula, dan hal ini memungkinkan sel eukariotik bergerak dengan cara yang lebih terkoordinasi.
3. Inti Sel
Sel prokariotik tidak memiliki membran inti sehingga materi genetik tersebar di sitoplasma, sedangkan sel eukariotik memiliki inti sel yang nyata karena dibungkus membran inti, sehingga pengaturan informasi genetik menjadi lebih terstruktur.
4. Ukuran Sel
Dikutip dari buku Biologi Edisi Kelima Jilid 1 karya Neil A. Campbell, dkk, mengungkapkan bahwa sel prokariotik memiliki diameter antara 0,2 hingga 2,0 µm, sedangkan sel eukariotik lebih besar, berkisar 10 hingga 100 µm, sehingga kemampuan metabolisme dan kompleksitas fungsi sel eukariotik lebih tinggi.
5. Kloroplas
Kloroplas hanya ditemukan pada sel eukariotik tumbuhan, sedangkan sel prokariotik tidak memilikinya, sehingga fotosintesis hanya terjadi pada sel yang memiliki kloroplas.
6. Glikokaliks
Sel prokariotik memiliki glikokaliks berbentuk kapsul atau lapisan lendir, sedangkan sel eukariotik meski memiliki glikokaliks, tidak selalu memiliki dinding sel, dan hal ini memengaruhi perlindungan serta interaksi dengan lingkungan sekitar.
7. Membran Sel
Membran sel prokariotik cenderung tidak mengandung karbohidrat dan steroid, sedangkan sel eukariotik memiliki keduanya yang berfungsi sebagai reseptor, sehingga komunikasi seluler pada eukariotik lebih kompleks.
8. Sitoplasma
Sel eukariotik memiliki sitoskeleton dan aliran sitoplasma yang dinamis, berbeda dengan sel prokariotik yang tidak memilikinya, sehingga struktur internal sel eukariotik lebih terorganisasi.
9. Ribosom
Ribosom pada sel eukariotik lebih besar dibandingkan ribosom pada sel prokariotik, sehingga sintesis protein bisa berjalan lebih efisien.
10. Susunan Kromosom
Sel prokariotik memiliki kromosom sirkular tanpa histon, sedangkan sel eukariotik memiliki beberapa kromosom linear yang mengandung histon, sehingga pengemasan DNA lebih kompleks pada eukariotik.
11. Pembelahan Sel
Sel prokariotik membelah diri secara biner, sedangkan sel eukariotik melalui mitosis, sehingga cara reproduksi sel menjadi berbeda sesuai tingkat kompleksitasnya.
12. Organel Terbungkus Membran
Organel seperti mitokondria, retikulum endoplasma, dan lisosom hanya terdapat pada sel eukariotik, sehingga fungsi metabolisme lebih tersegmentasi dan efisien.
13. Operon
Operon hanya ada pada sel prokariotik, sehingga regulasi gen pada prokariotik berbeda dengan eukariotik.
14. Reproduksi Seksual
Sel prokariotik tidak melakukan meiosis tetapi dapat melakukan konjugasi, sedangkan sel eukariotik mampu melakukan meiosis, sehingga variasi genetik dihasilkan dengan cara yang berbeda.
15. Permeabilitas Membran Inti
Permeabilitas membran inti sel prokariotik bersifat selektif, sedangkan pada sel eukariotik tidak, sehingga transportasi materi di dalam inti lebih terkendali pada prokariotik.
Dengan memahami poin-poin tersebut dan mengamati hubungan setiap karakteristik, perbedaan sel prokariotik dan eukariotik menjadi lebih jelas, sehingga memudahkan pemahaman mengenai adaptasi, fungsi, dan kompleksitas kehidupan pada tingkat seluler. (KIKI)
Baca juga: Fungsi Ribosom pada Sel Hewan dan Perannya dalam Sintesis Protein
