Konten dari Pengguna

Perbedaan Subjektif dan Objektif: Definisi, Sumber Informasi, hingga Contohnya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kumpulan buku berisi kalimat subjektif dan objektif. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kumpulan buku berisi kalimat subjektif dan objektif. Foto: Pexels

Subjektif dan objektif sering kali digunakan untuk menggambarkan cara pandang atau menyampaikan informasi. Keduanya pun bisa digunakan dalam sastra, jurnalistik, hingga komunikasi sehari-hari.

Meski memiliki fungsi serupa, subjektif dan objektif memiliki makna yang berbeda. Perbedaan keduanya juga bisa dilihat dari sumber informasi, sifat pernyataan, hingga konteks penggunaan.

Memahami perbedaan keduanya sangat penting, terutama bagi penulis atau pembicara profesional. Simak penjelesan mengenai perbedaan subjektif dan objektif dalam uraian di bawah ini.

Apa Itu Subjektif?

Ilustrasi kumpulan buku berisi kalimat subjektif dan objektif. Foto: Pexels

Dikutip dari buku Bahasa Indonesia: Jilid 1 karya Agus Trianto, subjektif merujuk pada sesuatu yang dipengaruhi oleh perasaan, pendapat pribadi, atau sudut pandang individu.

Informasi yang bersifat subjektif sering kali bergantung pada pengalaman seseorang, sehingga bisa berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.

Dalam bahasa Indonesia, pernyataan subjektif biasanya mengandung unsur opini dan lebih sulit untuk dibuktikan kebenarannya secara mutlak.

Misalnya, seseorang mengatakan, "Makanan ini sangat enak", maka pernyataan tersebut bersifat subjektif. Hal ini karena rasa enak bagi satu orang belum tentu sama bagi orang lain.

Baca Juga: Perbedaan Singkatan dan Akronim, Contoh, dan Cara Menggunakannya

Apa Itu Objektif?

Ilustrasi kumpulan buku berisi kalimat subjektif dan objektif. Foto: Pexels

Sementara itu, objektif mengacu pada sesuatu yang berdasarkan fakta, data, atau kenyataan yang dapat diverifikasi. Pernyataan objektif tidak dipengaruhi oleh pendapat pribadi dan cenderung berlaku untuk semua orang.

Dalam bahasa Indonesia, informasi yang bersifat objektif lebih mudah diuji kebenarannya karena didasarkan pada bukti yang nyata. Contohnya, "Air membeku pada suhu 0 derajat Celsius", ini adalah pernyataan objektif karena dapat dibuktikan secara ilmiah.

Oleh karena itu, penulis atau pembicara profesional biasanya akan berusaha untuk membuat kalimat secara objektif agar tetap netral dan menghindari pengaruh dari perasaan pribadi atau pendapat.

Perbedaan Subjektif dan Objektif

Ilustrasi kumpulan buku berisi kalimat subjektif dan objektif. Foto: Pexels

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa subjektif lebih bersifat personal dan emosional, sedangkan objektif lebih bersifat faktual dan dapat diverifikasi. Jika dirincikan, berikut perbedaan subjektif dan objektif.

1. Definisi

  • Subjektif: Pendapat atau pernyataan yang didasarkan pada perasaan, emosi, atau opini pribadi.

  • Objektif: Pernyataan yang didasarkan pada fakta, data, atau realitas yang dapat diverifikasi.

2. Sumber Informasi

  • Subjektif: Pengalaman, sudut pandang pribadi, atau emosi individu.

  • Objektif: Fakta, bukti ilmiah, dan data yang dapat diuji kebenarannya.

3. Sifat Pernyataan

  • Subjektif: Cenderung tidak universal karena bergantung pada individu.

  • Objektif: Bersifat universal karena berlaku bagi semua orang.

4. Konteks Penggunaan

  • Subjektif: Esai opini, ulasan film, puisi, dan diskusi pribadi.

  • Objektif: Artikel berita, penelitian ilmiah, laporan keuangan, dan hukum.

5. Contoh Kalimat

  • Subjektif: "Lukisan ini sangat indah dan menyentuh hati saya."

  • Objektif: "Restoran ini telah memenangkan penghargaan sebagai restoran terbaik selama tiga tahun berturut-turut."

(NDA)