Perbedaan Tahapan Proses Assembly dan Sub Assembly pada Pembangunan Kapal Baru

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat terjun ke industri perkapalan, ada berbagai hal yang perlu diketahui oleh pekerja pemula. Salah satunya adalah perbedaan tahapan proses yang terdapat dalam assembly dan sub assembly pada pembangunan kapal baru.
Meskipun sama-sama mengandung kata “assembly”, namun kedua hal tersebut merupakan proses yang jauh berbeda. Itulah mengapa perbedaan keduanya perlu dipahami agar para pekerja bisa melakukan profesinya dengan baik.
Perbedaan Tahapan Proses yang Terdapat dalam Assembly dan Sub Assembly pada Pembangunan Kapal Baru
Menurut buku Pembiayaan Bank Syariah, Dr. A. Wangsawidjaja Z., S.H., M.H. (2013: 331), ada beragam definisi kapal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) Indonesia. Salah satunya yakni kapal ialah semua perahu dengan nama apa pun dan dari macam apa pun juga.
Semua kapal baru melalui berbagai tahapan proses dalam pembangunannya. Contohnya ialah assembly dan sub assembly. Berikut perbedaan tahapan proses yang terdapat dalam assembly dan sub assembly pada pembangunan kapal baru.
1. Sub Assembly
Secara singkat, sub assembly merupakan proses yang dilakukan sebelum assembly. Dalam proses ini, berbagai komponen dari fabrikasi digabung menjadi banyak blok kecil. Proses ini akan mengurangi pekerjaan dalam proses selanjutnya.
Ada tiga tahap yang dilakukan dalam proses ini, yaitu pengelasan sub assembly sekat dengan penegak, web frame, dan pelat datar. Berbagai panduan pun diperlukan untuk melakukan tahapan-tahapan itu, seperti gambar konstruksi, daftar material, serta acuan yang sudah ditentukan.
2. Assembly
Setelah melalui proses sub assembly, maka komponen-komponen akan masuk ke proses assembly untuk digabung menjadi blok yang lebih besar. Proses ini dibagi menjadi dua tahapan, yaitu pembuatan jig dan proses assembly itu sendiri.
Jig merupakan struktur utama dari bagian atas blok. Oleh sebab itu, jig akan digunakan sebagai landasan untuk membentuk blok itu sendiri. Pembuatannya sendiri didasarkan pada bentuk permukaan bagian atas blok yang sedang diproses.
Setelah jig selesai dibuat, maka proses assembly dilakukan dengan merakit pelat bagian atas blok sesuai dengan komponen tersebut. Setelah dirakit, maka penumpu geladak, web, hingga bracket akan dipasang. Jika semua proses telah selesai, maka pemeriksaan akan dilakukan untuk memastikan hasilnya.
Baca juga: Mengetahui Perbedaan Sistem Blok dan Sistem Seksi dalam Pembangunan Kapal Baru
Perbedaan tahapan proses yang terdapat dalam assembly dan sub assembly pada pembangunan kapal baru tak hanya perlu diperhatikan oleh pekerja baru, namun juga siswa yang mempelajari industri perkapalan. Dengan demikian, siswa tak asing dengan dua proses ini. (LOV)
