Konten dari Pengguna

Profil Penemu Lambang Tunas Kelapa Pramuka Lengkap

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Lambang Pramuka. (Foto: sasint by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Lambang Pramuka. (Foto: sasint by https://pixabay.com)

Setiap organisasi pasti memiliki filosofi tersendiri, entah hal tersebut terkait dengan lambang, logo, bendera, atau simbol lainnya. Gerakan Pramuka mempunyai lambang dengan filosofi dan makna tersendiri, yaitu tunas kelapa. Siapa penemu lambang tunas kelapa?

Dikutip dari buku Pendidikan Pramuka yang ditulis oleh Budi (2020: 22), lambang tunas kelapa dari Gerakan Pramuka diciptakan oleh Sumardjo Atmodipuro (almarhum), profil seorang Pembina Pramuka yang aktif bekerja sebagai Pegawai Tinggi Departemen Pertanian. Adapun penggunaan lambang Gerakan Pramuka berawal sejak tanggal 14 Agustus 1961 pada panji-panji Gerakan Pramuka yang dianugerahkan Presiden Republik Indonesia kepada Gerakan Pramuka.

Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut tentang sejarah dan siapa penemu lambang tunas kelapa.

Sejarah dan Penemu Lambang Gerakan Pramuka

Ilustrasi Lambang Pramuka. (Foto: sasint by https://pixabay.com)

Lambang tunas kelapa dari Gerakan Pramuka diciptakan oleh Sumardjo Atmodipuro (almarhum). Lambang Gerakan Pramuka berupa gambar siluet tunas kelapa sesuai dengan SK Kwartir Nasional No. 6/KN/72 Tahun 1972, serta telah memiliki Hak Paten dari Ditjen Hukum dan Perundang-undangan Departemen Kehakiman.

Secara filosofis, lambang tunas kelapa Gerakan Pramuka memiliki arti:

  1. Buah kelapa/nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan tunas, dan istilah cikal bakal di Indonesia yang memiliki arti penduduk asli yang pertama yang menurunkan generasi baru.

  2. Buah kelapa/nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Lambang tersebut mengkiaskan bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat, ulet, kreatif, serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup.

  3. Kelapa/nyiur dapat tumbuh di mana saja yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan di sekelilingnya.

  4. Kepala/nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu, seorang Pramuka harus memiliki cita-cita yang tinggi.

  5. Akar kelapa/nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Lambang itu mengkiaskan, tekan dan keyakinan tiap Pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat, dan nyata.

  6. Kelapa/nyiur adalah pohon yang serba guna, dari ujung hingga akar. Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa setiap Pramuka adalah manusia yang berguna.

Semoga bermanfaat! (CHL)