Proses Terjadinya Aurora di Langit beserta Jenis-Jenisnya

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aurora merupakan suatu fenomena alam yang memancarkan cahaya yang disebabkan oleh adanya partikel berenergi tinggi dari angin surya matahari ynag berinteraksi dengan medan magnet bumi. Sedangkan menurut KBBI, aurora adalah gejala yang berupa cahaya di langit yang berbentuk berkas, pita, atau tirai dengan warna merah, hijau, dan ungu. Tapi, kira-kira bagaimana proses terjadinya aurora di langit, ya?
Proses Terjadinya Aurora di Langit
Mengutip dari buku Fenomena Alam Unik karya Tethy Ezoanzo dan Wahyu Annisha (2019:40), proses terjadinya aurora di langit terbentuk dari udara yang disebabkan oleh atom dan molekul yang saling bertumbukan dengan partikel yang memiliki muatan. Khususnya elektron dan proton yang bersumber dari dalam matahari.
Partikel inilah yang kemudian dilemparkan oleh matahari dengan kecepatan lebih dari 500 mil/detik dan akan terhisap oleh medan magnet bumi yang berada di sekitar Kutub Utara dan Kutub Selatan. Adapun warna yang muncul pada aurora bisa berbeda tergantung dari partikel dan molekul atom yang saling berbenturan.
Misalnya, aurora berwarna hijau terjadi karena adanya benturan partikel elektron dan molekul nitrogen. Sedangkan aurora berwarna merah terjadi karena benturan partikel elektron dan atom oksigen.
Jenis-Jenis Aurora
Aurora yang muncul di atas langit ternyata terbagi ke dalam beberapa jenis. Berikut adalah jenis-jenis aurora yang dapat Anda ketahui.
Aurora borealis, yaitu jenis aurora yang terjadi di daerah sebelah utar. Jenis aurora ini dinamakan berdasarkan nama Dewi Fajar Roma, Aurora, dan juga nama Yunani untuk angin utara, yakni Boreas. Aurora borealis terjadi di akhir bulan Agustus hingga awal April dan bisa Anda lihat di beberapa daerah Antartika, seperti Alaska, Rusia, Kanada Utara, serta Skandinavia.
Aurora australis, yaitu jenis fenomena aurora yang terjadi di belahan bumi bagian selatan. Oleh karena itulah, tidak heran jika aurora ini dinamakan australis karena lokasinya yang dekat dengan negara di kutub Selatan, yaitu Australia.
Itulah penjelasan singkat tentang proses terjadinya fenomena aurora beserta jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat. (Anne)
