Rangkaian Sistem Hidrolik beserta Komponennya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam membantu pekerjaan manusia, salah satu benda yang sering digunakan adalah hidrolik. Sistem ini merupakan suatu bentuk perubahan atau pemindahan daya dengan fluida cair. Untuk melakukannya sendiri terdapat rangkaian sistem hidrolik.
Di sisi lain, terdapat beberapa komponen yang dibutuhkan. Sehingga, hidrolik yang dapat bergerak maju dan mundur dapat dimanfaatkan dalam membantu pekerjaan manusia.
Rangkaian Sistem Hidrolik dan Komponen Utamanya
Dikutip dari laman m-edukasi.kemdikbud.go.id, setidaknya dalam rangkaian sistem hidrolik didukung oleh 3 unit komponen utama, yaitu:
1. Unit Tenaga
Unit tenaga berfungsi sebagai sumber tenaga dengan liquid/minyak hidrolik. Unit tenaga terdiri dari beberapa komponen, yakni:
Penggerak mula yang berupa motor listrik atau motor bakar.
Pompa hidrolik, putaran dari poros penggerak mula memutar pompa hidrolik sehingga pompa hidrolik bekerja.
Tangki hidrolik, berfungsi sebagai wadah atau penampang cairan hidrolik.
Kelengkapan (accessories), seperti: pressure gauge, gelas penduga, relief valve.
2. Unit Penggerak (Aktuator)
Unit penggerak berfungsi untuk mengubah tenaga fluida menjadi tenaga mekanik. Hidrolik actuator dapat dibedakan menjadi dua macam yakni:
Penggerak lurus (linier Aktuator) yaitu silinder hidrolik.
Penggerak putar berupa motor hidrolik, rotary actuator.
3. Unit Pengatur
Unit ini berfungsi sebagai pengatur gerak sistem hidrolik. Unit pengatur biasanya diwujudkan dalam bentuk katup atau valve. Katup (Valve) adalah suatu alat yang menerima perintah dari luar untuk melepas, menghentikan atau mengarahkan fluida yang melalui katup tersebut.
Macam-macam katup pengarah khusus
1) Check Valve adalah katup satu arah, berfungsi sebagai pengarah aliran dan juga sebagai pressure control (pengontrol tekanan)
2) Pilot Operated Check Valve dirancang untuk aliran cairan hidrolik yang dapat mengalir bebas pada satu arah dan menutup pada arah lawannya, kecuali ada tekanan cairan yang dapat membukanya.
3) Katup Pengatur Tekanan adalah cairan hidrolik diatur untuk berbagai tujuan misalnya untuk membatasi tekanan operasional dalam sistem hidrolik,
Macam-macam katup pengatur tekanan adalah
a. Relief Valve, digunakan untuk mengatur tekanan yang bekerja pada sistem dan juga mencegah terjadinya beban lebih atau tekanan yang melebihi kemampuan rangkaian hidrolik.
b. Sequence Valve, berfungsi untuk mengatur tekanan untuk mengurutkan pekerjaan yaitu menggerakkan silinder hidrolik yang satu kemudian baru yang lain.
c. Pressure reducing valve, berfungsi untuk menurunkan tekanan fluida yang mengalir pada saluran kerja karena penggerak yang akan menerimanya didesain dengan tekanan yang lebih rendah.
4) Flow Control Valve, katup ini digunakan untuk mengatur volume aliran yang berarti mengatur kecepatan gerak actuator (piston).
Fungsi katup ini adalah sebagai berikut:
Membatasi kecepatan maksimum gerakan piston atau motor hidrolik
Membatasi daya yang bekerja pada sistem
Menyeimbangkan aliran yang mengalir pada cabang-cabang rangkaian.
Macam-macam dari Flow Control Valve :
Fixed flow control yaitu: apabila pengaturan aliran tidak dapat berubah-ubah yaitu melalui fixed orifice.
Variable flow control yaitu apabila pengaturan aliran dapat berubah-ubah sesuai dengan keperluan
Flow control yang dilengkapi dengan check valve
Flow control yang dilengkapi dengan relief valve guna menyeimbangkan tekanan
Baca Juga: Cara Kerja Rem Hidrolik, Begini Sistemnya
Ternyata dalam rangkaian sisthidrolik terdapat beberapa komponen yang menyusunnya. Sehingga, sekarang sudah mengetahui gambaran tentang rangkaian ini sebagai penerus tekanan dan daya yang banyak digunakan untuk membantu pekerjaan manusia.(MZM)
