Sepak Takraw Olahraga Tradisional yang Mendunia

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sepak takraw merupakan olahraga tradisional yang memiliki akar sejarah panjang di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Olahraga ini tidak hanya dimainkan sebagai hiburan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang kental sebagai bagian dari acara adat dan kegiatan sosial masyarakat.
Sepak Takraw
Dikutip dari situs repository.bbg.ac.id, sepak takraw awalnya dikenal sebagai permainan rakyat di berbagai daerah, seperti Sulawesi, Sumatra, dan Kalimantan.
Seiring perkembangan zaman, permainan ini berubah menjadi cabang olahraga yang diakui secara resmi dan dipertandingkan di tingkat nasional maupun internasional.
Sepak takraw merupakan permainan dengan bola anyaman rotan yang dimainkan dengan kaki, kepala, dada, dan bahu tanpa menggunakan tangan.
Permainan ini menuntut kelincahan, kecepatan, dan koordinasi tubuh yang tinggi. Sepak takraw awalnya hadir dalam bentuk hiburan rakyat, terutama dalam acara pesta panen, penyambutan tamu agung, hingga pelantikan raja.
Namun, lambat laun olahraga ini berkembang menjadi ajang kompetisi, di mana setiap pemain menunjukkan keunggulannya dalam menguasai bola.
Aturan dan Teknik Sepak Takraw
Dalam sepak takraw, terdapat beberapa aturan dan teknik yang telah ditetapkan dalam cabang olahraga ini, salah satunya adalah perhitungan skor.
Aturan dalam menentukan pemenang dari sepak takraw adalah tim yang mencapai skor 21 poin tercepat akan memenangkan pertandingan. Namun, jika terjadi kondisi seri, pertandingan akan terus dilanjutkan hingga terdapat selisih 2 poin di antara dua tim, dengan batasan akhir 25 poin.
Teknik sepak takraw memperhatikan permulaan permainan, teknik servis, dan posisi pemain. Permulaan permainan dilakukan dengan melakukan servis.
Teknik servis yang tepat dilakukan dengan pemain melakukan tendangan atau lambungan sendiri di belakang garis (base line). Servis akan dilakukan sebanyak 3 kali dan bergantian.
Posisi pemain juga perlu dipertimbangkan. Dengan komposisi 3 pemain di dalam satu tim dengan satu pemain cadangan, penempatan posisi perlu diperhatikan.
Pemain servis (tekong) akan ditempatkan di base line, sedangkan pemain lain akan diletakkan di area tertentu dan dapat bergerak bebas.
Perkembangan Sepak Takraw di Indonesia dan Dunia
Secara resmi, induk organisasi sepak takraw di Indonesia berdiri pada tahun 1971 dengan nama Perserasi.
Organisasi ini awalnya beranggotakan empat daerah, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Sulawesi Selatan.
Perkembangan olahraga ini sangat pesat hingga pada 1980 sudah tersebar di 14 provinsi, bertepatan dengan Kejurnas ke-3.
Sepak takraw juga terus mengalami modernisasi, termasuk perubahan bola dari rotan menjadi plastik yang lebih aman dan tahan lama.
Di tingkat internasional, olahraga ini kini dikenal luas dengan sebutan bola tendang, bahkan menjadi olahraga nasional Malaysia dan rutin dipertandingkan di berbagai event besar Asia Tenggara.
Sepak takraw telah berkembang dari sekadar permainan tradisional menjadi olahraga kompetitif yang mendunia.
Dengan kombinasi unsur seni, budaya, dan olahraga, permainan ini mampu bertahan dan terus digemari oleh banyak kalangan.
Sepak takraw bukan hanya melestarikan tradisi, tetapi juga memperkuat identitas bangsa di kancah internasional.
Keunikan teknik dan nilai budaya yang terkandung menjadikan olahraga ini sebagai warisan penting sekaligus kebanggaan Asia Tenggara. (Phonna)
Baca Juga: Langkah-langkah Passing Bawah Bola Voli yang Efektif
