Siapa Orang yang Pertama Kali Mengembangkan Sistem 6 Kingdom? Ini Jawabannya

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu biologi, sistem 6 kingdom adalah sistem klasifikasi makhluk hidup yang membagi organisme menjadi enam kingdom (kerajaan) berdasarkan ciri-ciri tertentu.
Adapun pembagian organisme pada sistem 6 kingdom, di antaranya mulai dari Archaebacteria, Eubacteria, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.
Lalu, siapakah orang yang pertama kali mengembangkan sistem 6 kingdom? Simak jawaban dan penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Mengenal Orang yang Pertama Kali Mengembangkan Sistem 6 Kingdom
Merujuk buku Biologi SMA/MA Kelas X Semester 1 karya Heppynesia Puspita Dewi, sistem 6 kingdom pertama kali dikembangkan oleh seorang ahli biologi bernama Carl Richard Woese, mikrobiologis asal Amerika Serikat.
Ia mengusulkan sistem ini pada 1990 sebagai hasil dari penelitiannya tentang hubungan evolusi mikroorganisme berdasarkan analisis ribosom RNA (rRNA).
Carl Woese dan timnya menemukan bahwa terdapat kelompok mikroorganisme yang sangat berbeda dari bakteri dan eukariota lainnya.
Penemuan ini membuatnya merevolusi sistem klasifikasi makhluk hidup dengan menambahkan Archaea sebagai kingdom tersendiri, sehingga terbentuklah sistem 6 kingdom yang kita kenal saat ini.
Baca Juga: Ciri-ciri Fungi dan Klasifikasinya dalam Dunia Biologi
Apa Itu Sistem 6 Kingdom?
Telah disinggung sebelumnya, sistem 6 kingdom yang dikembangkan oleh Carl Woese membagi makhluk hidup menjadi enam kelompok utama. Berikut penjelasan lengkapnya merujuk laman ToughtCo.
1. Eubacteria
Disebut juga sebagai bakteri sejati dengan dinding sel yang mengandung peptidoglikan. Contohnya, Escherichia coli (E. coli) dan Streptococcus.
2. Archaebacteria
Mikroorganisme yang hidup di lingkungan ekstrem, seperti sumber air panas dan lautan dalam. Tidak memiliki peptidoglikan dalam dinding selnya. Contohnya, Methanobacterium dan Halobacterium.
3. Protista
Kelompok organisme uniseluler atau multiseluler sederhana. Contohnya, alga, protozoa, dan jamur lendir.
4. Fungi (Jamur)
Tidak berfotosintesis, mendapatkan makanan dengan cara menyerap zat organik dari lingkungan. Contohnya, Aspergillus, Saccharomyces (ragi), dan jamur kuping.
5. Plantae (Tumbuhan)
Organisme autotrof yang dapat berfotosintesis. Contohnya, padi, pohon mangga, dan lumut.
6. Animalia (Hewan)
Organisme heterotrof yang mendapatkan makanan dari organisme lain. Contohnya, ikan, burung, dan mamalia lainnya.
Fungsi Sistem 6 Kingdom dalam Dunia Biologi
Sistem klasifikasi ini sangat berpengaruh dalam dunia biologi, terutama dalam memahami hubungan evolusi dan mikroorganisme. Beberapa fungsi dari sistem ini adalah:
Membedakan Archaea dan Bacteria berdasarkan analisis genetik, bukan hanya berdasarkan ciri morfologi.
Mempermudah penelitian mikrobiologi, terutama dalam bidang kedokteran dan bioteknologi.
Meningkatkan pemahaman tentang evolusi dan hubungan kekerabatan antarorganisme.
Sebagai informasi tambahan, sistem 6 kingdom masih digunakan hingga sekarang dan terus diperbarui seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
(NDA)
