News
·
30 Agustus 2021 15:40
·
waktu baca 3 menit

Sikap yang Dapat Diteladani dari Perjuangan Pangeran Diponegoro Saat Penjajahan

Konten ini diproduksi oleh Berita Update
Sikap yang Dapat Diteladani dari Perjuangan Pangeran Diponegoro Saat Penjajahan (153890)
searchPerbesar
Lukisan Pangeran Diponegoro oleh Basoeki Abdullah. Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id
Pangeran Diponegoro adalah pahlawan nasional dari Yogyakarta. Pangeran Diponegoro memimpin perlawanan rakyat Yogyakarta melawan penjajah Belanda pada tahun 1825 sampai 1830. Berikut ini kita akan menyimak sejarah singkat perjuangan Pangeran Diponegoro dan sikap-sikap yang dapat kita teladani dari perjuangannya.
ADVERTISEMENT

Sejarah Singkat Perjuangan Pangeran Diponegoro

Dikutip dari buku Pangeran Diponegoro oleh direktoratk2s.kemsos.go.id dan jurnal Perang Diponegoro: Antara Gerakan Mahdisme dan Mistisisme Islam oleh Ajat Sudrajat (Jurnal Cakrawala Pendidikan, 1998: 149-159), Pangeran Diponegoro lahir di Keraton Yogyakarta pada 11 November 1785. Ia adalah putra sulung Hamengkubuwono III dengan selirnya yang bernama R.A. Mangkarawati. Semasa kecil, ia bernama Raden Mas Ontowirya. Masa kecil dan masa remajanya banyak dihabiskan di luar istana, yaitu di daerah Tegalrejo. Pangeran Diponegoro semasa kecil diasuh oleh neneknya, Ratu Ageng, istri Hamengkubuwono I. Berkat asuhan neneknya, ia tumbuh menjadi sosok yang baik budi, sederhana, dan dekat dengan rakyat.
Saat Pangeran Diponegoro tumbuh dewasa, terjadi kericuhan-kericuhan di Keraton Yogyakarta yang disebabkan oleh adanya campur tangan Belanda dalam masalah kerajaan.
ADVERTISEMENT
Penindasan Belanda terhadap rakyat pun semakin meningkat. Pemerintah Belanda menyewakan tanah dalam jumlah tidak terbatas kepada pengusaha swasta Belanda untuk dijadikan perkebunan. Akibatnya tanah yang digarap rakyat untuk pertanian semakin berkurang, Tidak hanya itu, jalan-jalan pun disewakan. Orang-orang yang lewat di jalan pun harus membayar pajak.
Puncaknya, Belanda memasang patok-patok di makam leluhur Pangeran Diponegoro. Hal ini membuat Diponegoro tidak tinggal diam dan mengobarkan semangat melawan Belanda.
Pangeran Diponegoro mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Para tokoh yang mendukung Pangeran Diponegoro antara lain Kyai Maja, Pakubuwono VI, dan Raden Tumenggung Prawirodigdaya.
Pangeran Diponegoro melancarkan strategi perang gerilya. Pada dua tahun pertama pertempuran, Pangeran Diponegoro dan pasukan banyak meraih kemenangan. Belanda yang dipimpin De Kock kemudian menggunakan taktik benteng stelsel yaitu mendirikan benteng di setiap daerah yang dikuasainya. Taktik ini cukup membuat pasukan Pangeran Diponegoro kewalahan. Para tokoh sentral seperti Sentot Alibasah, Kyai Maja, dan Pangeran Mangkubumi pun berhasil dilumpuhkan.
Sikap yang Dapat Diteladani dari Perjuangan Pangeran Diponegoro Saat Penjajahan (153891)
searchPerbesar
sumber foto: https://www.flickr.com/
Pangeran Diponegoro akhirnya bersedia berunding dengan Jenderal De Kock di Belanda. Ternyata alih-alih berunding De Kock malah memerintahkan menangkap Diponegoro. Belanda kemudian mengasingkan Pangeran Diponegoro ke Manado pada tahun 1830. Kemudian pada 1834, ia dipindahkan ke Benteng Rotterdam di Makassar. Pangeran Diponegoro wafat di usia ke 69 pada tanggal 8 Januari 1855 di Makassar.
ADVERTISEMENT

Sikap yang Harus Diteladani dari Perjuangan Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro adalah seorang tokoh yang baik budi, taat pada agama, sederhana, dan dekat dengan rakyat. Pangeran Diponegoro tumbuh di luar istana dan dekat dengan rakyat, hal ini membuatnya peduli pada penderitaan rakyat yang disebabkan oleh penjajahan Belanda.
Apa yang dapat kamu teladani dari perjuangan Pangeran Diponegoro?Sikap yang dapat kita teladani adalah selalu berpihak pada mereka yang membutuhkan. Kita dapat menerapkan sikap tersebut siap sedia menolong dan membantu mereka yang membutuhkan.
Selalu menaati ajaran agama juga merupakan sikap yang dapat kita teladani dari Pangeran Diponegoro. Kita dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan rajin beribadah dan tidak melakukan hal-hal yang dilarang agama. Sikap teladan lain yang dapat kita petik dari kisah Pangeran Diponegoro adalah sikap teguh pendirian, keberanian, dan berani berpendapat.(IND)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020