Stratifikasi Sosial: Mengenal Pengertian, Sifat, dan Fungsinya

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Stratifikasi sosial diartikan sebagai bentuk pembedaan masyarakat secara bertingkat baik vertikal maupun hirarkis. Biasanya dikenal dengan istilah pelapisan sosial.
Pada konsepnya kehidupan masyarakat diibaratkan seperti kue lapis, yang terbentuk dari beberapa lapisan. Kue lapis akan berbentuk utuh jika lapisan bawah, tengah, dan atas terbentuk dengan sempurna.
Konsep tersebut, seperti halnya individu dalam masyarakat. Ada yang berada pada lapisan tinggi, menengah, dan ke bawah. Masing-masing memiliki berbagai macam latar belakang.
Pembentukan stratifikasi sosial biasanya dipengaruhi oleh perbedaan sosial, politik, budaya, dan ekonomi. Di mana setiap individu di masyarakat tidak berada pada posisi yang sejajar melainkan bertingkat.
Tentunya perbedaan tersebut dilatarbelakangi oleh kekuasaan, kekayaan, pekerjaan, pendidikan. Faktor lainnya yaitu usia, jenis kelamin, kelompok etnis, ras, agama, dan tempat tinggal. dan prestise.
Dapat digaris bawahi bahwa setiap individu memiliki karakteristik yang sama namun berada pada lapisan sosial tertentu.
Stratifikasi Sosial Berdasarkan Sifat dan Fungsinya
Banyak dari kalian yang bertanya, bagaimana tingkatan dalam kehidupan itu dapat terjadi? Semua itu tentu ada sebab dan proses pembentukannya, di mana semua sudah terbentuk berdasarkan pembagiannya.
Keluarga satu dengan keluarga lainnya memiliki tingkat sosial yang berbeda. Kita tidak pernah tahu bahkan tidak bisa memilih untuk dilahirkan dari keluarga kaya dengan sosial tinggi, namun juga ada dari keluarga sederhana bahkan miskin. Berdasarkan sifatnya stratifikasi sosial dibagi sebagai berikut.
1. Sifat Alamiah
Alami terjadi tanpa ada buatan, semua netral terbentuk begitu saja. Alasan yang mendasari terbentuknya lapisan masyarakat ini adalah dari garis keturunan, senioritas, warisan turun-temurun, dan pemimpin dalam masyarakat yang kental adatnya.
2. Sifat disengaja
Pembentukan lapisan pada masyarakat ini sengaja terjadi karena ada campur tangan dari ulah manusia. Seperti halnya dengan pembagian kekuasaan dan wewenang dalam sebuah organisasi. Terlebih sekarang ini banyak terjadi pada bidang pemerintah, perusahaan, partai politik, dan lainnya.
Pada zaman yang semakin berkembang ini, perubahan dalam sistem kehidupan tentunya mengalami pembaharuan. Mereka harus melakukan sebuah evolusi, dan semua itu membutuhkan sistem stratifikasi sosial yang baik.
Cara ini dipandang sebagai pendekatan fungsional, stratifikasi sosial berfungsi untuk mempermudah pembagian kerja dalam masyarakat yang semakin kompleks. Dengan pembagian akan membentuk spesialisasi tertentu setiap individu. Hal itu tentunya akan lebih memudahkan pekerjaan dan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. (AG)
