Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0
Konten dari Pengguna
Sumber Hukum Tertulis: Pengertian, Ciri-ciri, dan Jenisnya di Indonesia
27 Februari 2025 10:54 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Secara harfiah, sumber hukum tertulis adalah aturan atau norma hukum yang dituangkan dalam bentuk dokumen resmi atau tertulis. Sumber hukum ini bersifat mengikat.
Sumber hukum tertulis juga memiliki kekuatan hukum yang jelas karena telah disahkan oleh pihak berwenang, seperti pemerintah atau lembaga peradilan.
Sumber hukum ini wajib dipatuhi seluruh masyarakat dalam suatu negara, karena jika tidak akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang telah diatur di dalamnya.
Ciri-ciri Sumber Hukum Tertulis
Merujuk buku Dasar-dasar Hukum: Pedoman Hukum di Indonesia karya Putu Bagus Dananjaya, dkk., sumber hukum tertulis memiliki beberapa ciri utama, yaitu:
ADVERTISEMENT
Jenis-jenis Sumber Hukum Tertulis di Indonesia
Dalam sistem hukum Indonesia, sumber hukum tertulis terbagi menjadi beberapa jenis. Dikutip dari buku Hukum Indonesia karya Andi Arfan Sahabuddin, dkk., jensi-jenis sumber hukum tertulis di indonesia, yaitu:
1. Undang-Undang (UU)
Undang-undang adalah peraturan tertulis yang dibuat oleh lembaga legislatif dan memiliki kekuatan hukum mengikat. Contohnya:
2. Peraturan Pemerintah (PP)
Peraturan Pemerintah merupakan peraturan yang dibuat oleh pemerintah untuk menjalankan undang-undang yang telah disahkan. Contohnya, Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.
ADVERTISEMENT
3. Peraturan Presiden (Perpres)
Peraturan Presiden adalah ketentuan hukum yang ditetapkan langsung oleh presiden untuk mengatur kebijakan tertentu. Contohnya, Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.
4. Peraturan Daerah (Perda)
Peraturan Daerah adalah peraturan yang dibuat oleh pemerintah daerah dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut. Salah satu contohnya adalah Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah.
5. Keputusan dan Instruksi Presiden
Selain peraturan perundang-undangan, keputusan dan instruksi yang dikeluarkan oleh presiden juga termasuk sumber hukum tertulis.
6. Yurisprudensi
Yurisprudensi adalah putusan hakim yang dijadikan pedoman dalam menyelesaikan perkara hukum serupa di masa mendatang. Contoh yurisprudensi sering ditemukan dalam kasus-kasus perdata dan pidana.
7. Traktat (Perjanjian Internasional)
Perjanjian internasional yang telah diratifikasi oleh pemerintah juga menjadi sumber hukum tertulis yang mengikat Indonesia. Contohnya, Konvensi Jenewa tentang Perlindungan Korban Perang.
ADVERTISEMENT
8. Doktrin dan Pendapat Ahli Hukum
Pendapat para ahli hukum atau doktrin sering dijadikan sumber rujukan dalam pengambilan keputusan hukum, meskipun tidak memiliki kekuatan hukum langsung seperti undang-undang.
(NDA)