Tarawih atau Taraweh, Manakah yang Benar dalam KBBI?

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjelang bulan Ramadan, masyarakat di Indonesia mulai memperdebatkan beragam hal. Salah satunya adalah penulisan yang benar antara tarawih atau taraweh.
Bila ingin mengecek penulisan tersebut, maka KBBI perlu dibuka. Hal ini disebabkan KBBI memuat banyak kosakata baku bahasa Indonesia dan sering menjadi acuan dalam penulisan.
Penulisan Tarawih atau Taraweh yang Benar
KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kamus yang dikembangkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus ini diterbitkan oleh PT. Balai Pustaka.
Kamus yang memuat kosakata baku ini dahulu hanya mempunyai bentuk fisik saja. Namun kini, ada KBBI daring yang bisa diakses sejak Oktober 2016. Isinya pun serupa dengan KBBI fisik.
Lantas menurut KBBI, manakah penulisan yang benar antara tarawih atau taraweh? Dikutip dari kbbi.kemdikbud.go.id, penulisan yang benar adalah tarawih karena termasuk kata baku. Kata ini pun mempunyai dua arti dalam kamus tersebut, yakni:
Secara etimologi dalam bahasa Arab, tarawih adalah beberapa penghentian atau salat sunah pada malam hari (sesudah Isya, sebelum Subuh) di bulan Ramadan (bulan puasa).
Dalam bahasa Indonesia, tarawih adalah kata benda yang bermakna salat sunah pada malam hari (sesudah Isya, sebelum Subuh) di bulan Ramadan (bulan puasa)
Hukum Salat Tarawih
Tarawih adalah salat yang berhukum sunah muakkad. Artinya meski tak berdosa bila ditinggalkan, umat Islam tetap dianjurkan untuk melaksanakannya. Di bulan Ramadan. Anjuran tersebut terdapat dalam hadits sebagai berikut yang dikutip dari banten.nu.or.id.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Dari Abi Hurairah radliyallahu 'anh Rasulullah gemar menghidupkan bulan Ramadhan dengan anjuran yang tidak keras. Beliau berkata: ‘Barangsiapa yang melakukan ibadah (shalat tarawih) di bulan Ramadhan hanya karena iman dan mengharapkan ridha dari Allah, maka baginya di ampuni dosa-dosanya yang telah lewat” (HR Muslim).
Baca juga: Punggahan atau Munggahan, Tradisi Masyarakat Jawa dalam Menyambut Ramadan
Jadi, manakah penulisan yang benar antara tarawih atau taraweh? Menurut KBBI, jawabannya adalah tarawih. Tarawih sendiri adalah salat yang berhukum sunah muakkad di bulan Ramadan. (LOV)
