Bisnis
·
19 Juli 2021 15:00
·
waktu baca 2 menit

Tata Cara Penulisan Gelar yang Benar Menurut PUEBI

Konten ini diproduksi oleh Berita Update
Tata Cara Penulisan Gelar yang Benar Menurut PUEBI (95023)
searchPerbesar
Ilustrasi Penulisan Gelar. (Foto: https://pixabay.com/id/)
Terdapat beberapa aturan yang harus diperhatikan ketika kita ingin menuliskan gelar seseorang. Penulisan gelar harus benar, karena gelar mengandung suatu informasi yang penting bagi seseorang. Adapun aturan-aturan tersebut diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
ADVERTISEMENT

Cara Penulisan Gelar yang Benar

Tata Cara Penulisan Gelar yang Benar Menurut PUEBI (95024)
searchPerbesar
Ilustrasi Penulisan Gelar. (Foto: https://pixabay.com/id/)
Nah, bagi kamu yang berkepentingan untuk menuliskan gelar seseorang, berikut pedomanan tata cara penulisan gelar yang benar menurut PUEBI yang dikutip dari buku Bahasa Indonesia: Konsep Dasar dan Penerapan yang ditulis oleh Prima Gusti Yanti, dkk (2016: 43).
1. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, atau sapaan.
Contoh:
  • S.H. = sarjana hukum
  • S.K.M = sarjana kesehatan masyarakat
  • S.S = sarjana sastra
  • M.A = master of arts
  • M.Hum. = magister humaniora
  • M.Si. = magister sains
  • K.H. = kiai haji
2. Penggunaan tanda titik (.)
Singkatan gelar akademik atau singkatan nama orang diikuti dengan tanda titik seperti R.A. Kartini (Raden Ajeng Kartini). Singkatan gelar akademik dituliskan di belakang nama orang didahului oleh tanda koma, seperti Rini, S.S (gelar di belakang) dan Dr. Ir. Ahmad (gelar di depan).
ADVERTISEMENT
Apabila sebuah nama diikuti sekaligus oleh singkatan nama dan gelar akademiknya, penulisannya tetap memakai tanda baca, seperti Parwati S. H., B.A., Ph.D. (Parwati Satrio Hardjodipuro, B.A, M.A., Ph.D.)
3. Penggunaan tanda koma (,)
Tanda koma ditempatkan di antara nama orang dan singkatan gelar akademik yang yang mengikuti nama tersebut. Tanda koma dipakai untuk membedakan singkatan gelar akademik seseorang dengan nama diri, keluarga, ataupun marga.
Contoh:
Nama diri dan Gelar Nama diri dan Singkatan Unsurnya
Bayu Maharani, S.S. Bayu Maharani S.S. (Suri Suroto)
ADVERTISEMENT
R.M. Pratama, M.M R.M. Pratama M.M. (Mahadi Muhtar)
Penulisan gelar harus diperhatikan karena mengandung informasi yang penting mengenai seseorang. Itulah cara penulisan gelar yang benar menurut PUEBI yang perlu kamu perhatikan. Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)