Konten dari Pengguna

Tata Cara Sholat Mayit dan Bacaan Doanya dalam Islam

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tata cara sholat mayit. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tata cara sholat mayit. Foto: Unsplash

Sholat mayit adalah salat yang dilakukan untuk mendoakan saudara Muslim yang telah meninggal dunia. Seorang Muslim dianjurkan untuk mengamalkan salat mayit sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi sesama Muslim.

Merujuk buku Panduan Sholat Rosulullah 2 oleh Imam Abu Wafa, sholat mayit atau salat jenazah hukumnya fardhu kifayah. Artinya, jika sudah ada sebagian Muslim yang melaksanakannya, kewajiban bagi yang lain gugur.

Namun, jika tidak ada yang melaksanakannya, seluruh umat Islam dalam suatu wilayah akan berdosa. Lalu, bagaimana tata cara sholat mayit yang benar? Simak panduan lengkapnya di bawah ini.

Syarat dan Ketentuan Sholat Mayit

Ilustrasi tata cara sholat mayit. Foto: Unsplash

Sebelum melaksanakan sholat mayit, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Mengutip Buku Panduan Sholat Lengkap (Wajib & Sunah) karya Saiful Hadi El Sutha, berikut syarat dan ketentuannya:

  • Jenazah sudah dimandikan dan dikafani sesuai dengan syariat Islam.

  • Salat dilakukan menghadap kiblat.

  • Posisi jenazah berada di depan imam dengan kepala di sebelah kanan makmum.

  • Pelaksanaan salat tanpa rukuk dan sujud, hanya dilakukan dengan berdiri jika mampu.

  • Salat dilakukan secara berjemaah atau sendirian (lebih utama berjemaah).

Baca Juga: Cara Sholat Tahajud beserta Bacaan Niat dan Doanya dalam Islam

Tata Cara Sholat Mayit

Ilustrasi tata cara sholat mayit. Foto: Unsplash

Sholat mayit terdiri dari empat takbir tanpa rukuk dan sujud, serta dilakukan dengan membaca doa khusus untuk jenazah. Berikut tata cara sholat mayit selengkapnya.

1. Niat Sholat Mayit

Niat sholat mayit disesuaikan dengan jenis kelamin jenazah. Dituliskan dalam buku Tata Cara Mengurus Jenazah karangan Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dan ‎Ikhlas Hikmatiar, berikut bacaan niat sholat mayit.

Untuk jenazah laki-laki

Usholli ‘ala hadzal mayyiti arba’a takbirotin fardhol kifayati ma’muman/imaman lillahi ta’ala.

Artinya: "Aku berniat salat atas jenazah ini dengan empat takbir, fardhu kifayah, sebagai makmum/imam karena Allah Ta’ala."

Untuk jenazah perempuan

Usholli ‘ala hadzihil mayyitati arba’a takbirotin fardhol kifayati ma’muman/imaman lillahi ta’ala.

Artinya: "Aku berniat salat atas jenazah perempuan ini dengan empat takbir, fardhu kifayah, sebagai makmum/imam karena Allah Ta’ala."

2. Takbir Pertama dan Membaca Al-Fatihah

Setelah niat, takbir pertama dilakukan dengan mengangkat tangan, lalu membaca Surah Al-Fatihah secara lengkap.

3. Takbir Kedua dan Membaca Selawat Nabi

Setelah takbir kedua, membaca selawat pada Nabi Muhammad. Berikut bacaannya:

Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kama shollaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid.

4. Takbir Ketiga dan Membaca Doa untuk Jenazah

Setelah takbir ketiga, membaca doa untuk jenazah. Doa yang dianjurkan, antara lain:

Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkholahu, waghsilhu bil-ma’i wats-tsalji wal-barad, wa naqqihi minal khataya kama yunaqqats-tsaubul abyadhu minad-danas, wa abdilhu daran khairan min darihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zawjan khairan min zawjihi, wa adkhilhul jannata, wa a’idzhu min ‘adzabil qabri wa ‘adzabin nar.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, bebaskanlah dia, maafkanlah dia, muliakan tempat kembalinya, lapangkan kuburnya, bersihkanlah dia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan kain putih dari noda. Gantilah rumahnya dengan yang lebih baik, keluarganya dengan yang lebih baik, dan pasangannya dengan yang lebih baik. Masukkanlah dia ke dalam surga, lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka."

Jika jenazah perempuan, kata ganti “hu” diganti dengan “ha”. Misalnya, “Allahummaghfir laha”.

5. Takbir Keempat dan Membaca Doa Penutup

Setelah takbir keempat, dianjurkan membaca doa berikut:

Allahumma la tahrimna ajrohu wa la taftinna ba’dahu, waghfir lana wa lahu.

Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi kami dari pahalanya, janganlah Engkau beri kami fitnah setelahnya, dan ampunilah kami serta dirinya."

6. Salam

Setelah membaca doa, salam dilakukan dengan menoleh ke kanan, mengucapkan “Assalamu’alaikum warahmatullah” seperti dalam salat biasa.

(NDA)