Konten dari Pengguna

Teknik Penyimpanan Bahan Kimia dan Prinsip yang Digunakan

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Teknik Penyimpanan Bahan Kimia. Sumber Unsplash/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Teknik Penyimpanan Bahan Kimia. Sumber Unsplash/Getty Images

Bahan kimia memiliki bahaya dan risiko yang harus diwaspadai. Terdapat teknik penyimpanan bahan kimia untuk mencegah pemaparan zat berbahaya.

Pemaparan bahan kimia dapat terjadi melalui penghirupan, kontak dengan kulit atau mata, pencernaan, dan injeksi. Selain itu, risiko bahan kimia antara lain bersifat reaktif, mudah terbakar, bahkan meledak.

Teknik Penyimpanan Bahan Kimia yang Perlu Diketahui

Ilustrasi Teknik Penyimpanan Bahan Kimia Sumber Unsplash/Louis Reed

Bahan kimia adalah media yang mengandung unsur kimiawi sensitif, atau resisten terhadap pengaruh lingkungan spesifik. Diambil dari buku E-Learning Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Yuliani HR, (2014:64), berikut adalah teknik penyimpanan bahan kimia yang perlu diketahui.

  1. Sediakan tempat penyimpanan khusus tiap bahan kimia dan kembalikan bahan kimia ke tempatnya setelah digunakan.

  2. Simpan bahan dan peralatan di lemari dan rak khusus penyimpanan.

  3. Amankan rak dan unit penyimpanan lainnya. Pastikan rak memiliki bibir pembatas di bagian depan agar wadah tidak jatuh, dan tempatkan wadah cairan pada baki logam atau plastik.

  4. Hindari menyimpan bahan kimia di atas bangku dan di atas lemari, kecuali bahan kimia sedang digunakan. Jika terdapat sprinkler, jaga jarak bebas minimal 18 inci dari kepala sprinkler.

  5. Jangan menyimpan bahan pada rak dengan tinggi lebih dari 5 kaki (-1,5 m).

  6. Hindari menyimpan bahan berat di bagian atas.

  7. Jaga agar pintu keluar, koridor, berada di bawah meja atau bangku. Wilayah peralatan darurat tidak dijadikan tempat penyimpanan peralatan dan bahan.

  8. Beri label semua wadah bahan kimia dengan tepat, nama pengguna dan tanggal penerimaan pada semua bahan yang dibeli untuk membantu kontrol inventaris.

  9. Hindari menyimpan bahan kimia pada tudung asap kimia, kecuali bahan kimia sedang digunakan.

  10. Simpan racun atsiri atau zat mudah menguap atau bahan kimia pewangi pada lemari berventilasi.

  11. Simpan cairan yang mudah terbakar di lemari penyimpanan cairan mudah terbakar yang sesuai standar.

  12. Jangan meletakkan bahan kimia dengan panas atau sinar matahari langsung.

  13. Simpan bahan kimia dalam kelompok-kelompok bahan sesuai sifat secara terpisah, dan sortir berdasarkan abjad.

Prinsip yang Digunakan dalam Penyimpanan Bahan Kimia

Ilustrasi Teknik Penyimpanan Bahan Kimia Sumber Unsplash/Julia Koblitz

Dalam menyimpan bahan kimia terdapat pedoman khusus. Prinsip yang menjadi pedoman dalam penyimpanan bahan kimia antara lain sebagai berikut:

  1. Cegah limbah dengan tidak menyisakan apapun atau diolah untuk pemanfaatan kembali dan dibersihkan.

  2. Rancang bahan kimia dan produk lebih aman yang mengandung sedikit racun atau tidak sama sekali.

  3. Rancang sintesis bahan kimia yang tidak terlalu berbahaya.

  4. Gunakan bahan mentah yang dapat diperbarui.

  5. Gunakan katalis, bukan reagen stoikiometrik.

  6. Hindari derivative kimia.

  7. Maksimalkan ekonomi atom.

  8. Gunakan pelarut dan kondisi reaksi yang lebih aman.

  9. Tingkatkan efisiensi energi. Jalankan reaksi kimia pada suhu dan tekanan ruang jika memungkinkan.

  10. Rancang bahan kimia dan produk agar terurai setelah digunakan.

  11. Analisis langsung (dalam waktu nyata) untuk menghindari polusi.

  12. Batasi potensi terjadinya kecelakaan.

Baca juga: Klasifikasi Bahan Kimia Berbahaya dan Karakteristiknya

Bahan kimia memiliki ciri majemuk seperti bahaya iritasi, beracun dan mudah meledak. Teknik penyimpanan bahan kimia bertujuan untuk mencegah kontaminasi dari zat berbahaya.(DK)