Konten dari Pengguna

Teori Asam Basa Lengkap Menurut Para Ahli

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teori asam basa. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teori asam basa. Foto: Pexels

Asam dan basa merupakan zat kimia yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Senyawa ini berperan penting dalam banyak aspek mulai dari bidang kesehatan hingga industri. Misalnya, untuk pembuatan makanan, obat-obatan, pembersih rumah tangga, dan berbagai bahan kimia lainnya.

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, teori asam dan basa pun mengalami berbagai penyempurnaan. Terdapat beberapa teori utama yang digunakan untuk menjelaskan sifat asam dan basa. Simak ulasan selengkapnya pada artikel di bawah ini.

Teori Asam Basa

Ilustrasi teori asam basa. Foto: Pexels

Dalam sejarah perkembangan kimia, terdapat beberapa teori utama mengenai asam dan basa. Berikut teori-teori tentang cara membedakan senyawa asam dan basa dari para ahli.

Teori Asam Basa Menurut Arrhenius

Larutan asam dan larutan basa merupakan larutan elektrolit karena dapat menghantarkan arus listrik dan mengandung ion-ion positif dan ion-ion negatif. Pada 1884, seorang ahli kimia berkebangsaan Swedia, yaitu Svante Arrhenius mengusulkan teori asam basa dalam tesis doktoralnya. Teori ini menyatakan:

  • Asam merupakan suatu senyawa yang dapat menghasilkan ion hidrogen (H+) atau ion hidronium (H3O+) bila dilarutkan dalam air.

  • Basa merupakan suatu senyawa yang dapat menghasilkan ion hidroksida (OH-) bila dilarutkan dalam air.

Baca Juga: Larutan yang Mempunyai pH Lebih Besar dari 7 adalah Ini

Teori Asam Basa Menurut Bronsted-Lowry

Konsep asam dan basa Arrhenius terbatas pada pelarut air. Beberapa fenomena terkait asam dan basa belum bisa dijawab menggunakan teori Arrhenius. Oleh karena itu, berkembanglah teori asam asam menurut Bronsted-Lowry.

Teori Bronsted-Lowry dikemukakan oleh Johanes N. Bronsted dan Thomas M. Lowry pada 1923. Dalam teori ini mereka tetap mendefinisikan bahwa asam merupakan molekul yang menyumbangkan ion hidrogen.

Namun, teori Bronsted dan Lowry memperluas definisi basa untuk memasukkan senyawa apa pun yang menerima proton. Dasar dari teori asam basa ini adalah bahwa dalam suatu reaksi, proton berpindah antar-reaktan.

Jasi, asam yang melibatkan transfer ion H+, kadang-kadang disebut asam proton. Adapun teori asam basa menurut Bronsted-Lowry menyatakan:

  • Asam adalah senyawa yang dapat memberikan proton ke senyawa lain (donatur proton).

  • Basa adalah senyawa yang dapat menerima proton dari senyawa lain (akseptor proton).

Teori Asam Basa Menurut Lewis

Seorang ahli kimia Amerika Serikat, Gilbert Newton Lewis mengemukakan teori asam basa yang kemudian dikenal dengan teori asam basa Lewis.

Teori ini menyatakan definisi asam basa berkaitan dengan struktur elektron dalam pembentukan ikatan kovalen antara asam dan basa. Adapun pengertian asam basa menurut Lewis, yaitu:

  • Asam merupakan suatu zat yang bertindak sebagai penerima pasangan elektron (akseptor elektron atau elektrofil).

  • Basa merupakan suatu zat yang dapat bertindak sebagai pemberi pasangan elektron (donor elektron atau nukleufil).

(SA)