Konten dari Pengguna

Teori Kuantitas Uang Menurut Marshall-Pigou

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teori kuantitas uang menurut marshall-Pigou. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teori kuantitas uang menurut marshall-Pigou. Foto: Pexels

Teori kuantitas uang merupakan salah satu teori ekonomi yang menjelaskan hubungan antara jumlah permintaan uang dalam perekonomian dengan tingkat harga. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah teori Cambridge yang dipelopori oleh A. Marshall dan A.C Pigou.

Teori ini menjadi bagian penting dalam teori permintaan uang klasik. Karena membahas tujuan masyarakat memegang uang dan bagaimana menentukan jumlah uang yang diperlukan di masyarakat. Untuk mengetahui konsep teori kuantitas uang menurut Marshall-Pigou dan rumusan matematisnya, simak informasinya berikut ini.

Teori Kuantitas Uang Menurut Marshall-Pigou

Ilustrasi teori kuantitas uang menurut marshall-Pigou. Foto: Pexels

Tokoh dalam pendekatan Cambridge adalah A. Marshall dan A.C Pigou. Kedua tokoh ini berasal dari Cambridge University yang juga mengembangkan Cash Balance Theory.

Mengutip buku berjudul Ekonomi Moneter karya Fitrian Aprilianto, persamaan gagasan yang dikemukakan Marshall-Pigou dengan teori-teori klasik lainnya ialah bahwa fungsi utama uang sebagai alat tukar umum (means of exhange).

Teori-teori klasik ini melihat kebutuhan uang atau permintaan akan uang dari masyarakat. Uang dinilai memiliki sifat likuid sehingga dengan mudah bisa ditukarkan dengan barang lain.

Orang memegang atau menginginkan uang karena memudahkan mereka bertransaksi dan melakukan aktivitas ekonomi lainnya. Tindakan seseorang juga dipengaruhi oleh penilaian mereka terhadap untung dan rugi aset finansialnya.

Sementara itu, teori Cambrigde lebih menekankan pada variabel yang memengaruhi perilaku individu dan terkait dengan keinginan terhadap uang dan jumlah transaksi yang direncakan.

Namun, aliran Cambridge ini tidak menjelaskan hubungan antara variabel-variabel potensial yang memengaruhi tersebut dengan jumlah uang yang diminta.

Hal ini yang membuat berbeda dari teori lainnya, misalnya, teori Fisher yang menyatakan bahwa permintaan uang hanya merupakan proporsi konstan dari volume transaksi yang dipengaruhi oleh faktor kelembagaan yang konstan.

Teori Cambridge menyatakan bahwa permintaan uang tunai dipengaruhi oleh tingkat bunga, jumlah kekayaan yang dimiliki, harapan tingkat bunga di masa yang akan datang dan tingkat harga. Namun dalam jangka pendek faktor-faktor tersebut bersifat konstan atau berubah secara proporsional terhadap pendapatan.

Dalam hipotesis Cambrigde yang dikemukakan Marshall-Pigou, variabel-variabel lain dianggap tetap (ceteris paribus) dengan ketentuan permintaan akan uang bersifat proporsional terhadap pendapatan nominal. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut:

Md = kPY

Keterangan:

  • Md : Jumlah permintaan uang

  • k : Konstanta yang menunjukkan persentase jumlah uang tunai yang dipegang terhadap pendapatan

  • P : Tingkat harga umum

  • Y : Pendapatan nominal

Adapun kelebihan dari pandangan Cambrige oleh Marshall-Pigue ini adalah adanya kemungkinan bahwa anggapan ceteris paribus dapat diabaikan. Pengabaian ini memungkinkan suhu bunga atau harapan berubah, sehingga konstanta dan permintaan uang juga akan berubah.

Baca Juga: Dampak Negatif IPTEK di Bidang Ekonomi yang Perlu Diwaspadai

(SA)