Tokoh Penting Dibalik Terbentuknya Perhimpunan Indonesia

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perhimpunan Indonesia awalnya bernama Indische Vereeniging atau Perhimpunan Hindia yang berdiri atas prakarsa Soetan Kasajangan Soripada dan RM Noto Soeroto pada tahun 1908.
Meski pada awalnya Perhimpunan Indonesia ini hanya bertujuan untuk pesta dansa dan pidato, namun kemudian semenjak Ki Hajar Dewantara masuk menjadi anggota pada tahun 1913, Indische Vereeniging mulai berkiprah di kancah politik.
Tokoh Penting Dibalik Perhimpunan Indonesia
Berikut ini adalah beberapa tokoh penting yang terlibat dalam perkembangan Perhimpunan Indonesia:
Prof Cornelis van Vollenhoven: memberikan gagasan nama Indonesisch (Indonesia) sebagai ganti nama Indisch (Hindia), dan juga mengganti kata inlander (pribumi) menjadi Indonesier (orang Indonesia).
Dr Soetomo; merupakan ketua pada tahun 1922. Pada tahun ini buletin Indische Vereeniging yang bernama Hindia Poetra mulai menyebarkan ide-ide anti kolonial.
Muhammad Hatta, berperan sebagai penanggung jawab majalah dwi bulanan dari Indische Vereeniging, Hindia Poetra, yang memiliki 16 halaman dengan biaya langganan seharga 2,5 gulden setahun. Pada 2 edisi pertama, Hatta menyumbangkan tulisan kritik mengenai praktik sewa tanah industri gula Hindia Belanda yang merugikan petani.
Iwa Koesoemasoemantri, menjadi ketua pada 1923, di tahun ini Indonesische mulai menyebarkan ide untuk berjuang demi kemerdekaan tanpa bantuan Belanda.
M. Nazir Datuk Pamungkas, menjadi ketua pada tahun 1924, dan pada tahun ini majalah Hindia Poetra berubah menjadi Indonesia Merdeka.
Soekiman Wirjosandjojo: pada tahun 1925 saat beliau menjabat sebagai ketua, Indische Vereeniging berubah secara resmi menjadi Himpunan Indonesia.
Setelah berubah nama menjadi Himpunan Indonesia, Muhammad Hatta menjabat sebagai ketua pada 1926-1930 dan menggalakkan secara terencana propaganda tentang Perhimpunan Indonesia ke luar negeri Belanda.
Demikian semoga bermanfaat. (Adelliarosa)
