Konten dari Pengguna

Tujuan Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital dalam Bidang Kesehatan

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tujuan Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital. Foto: dok. Unsplash/National Cancer Institute
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tujuan Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital. Foto: dok. Unsplash/National Cancer Institute

Tujuan pemeriksaan tanda-tanda vital dalam bidang kesehatan merupakan salah satu hal penting yang perlu diketahui khususnya bagi tenaga medis. Hal ini karena pemeriksaan tanda-tanda vital memiliki andil besar terhadap kondisi seseorang.

Dalam rangkaian pemeriksaan tanda-tanda vital, terdapat beberapa jenis pemeriksaan yang perlu dilakukan tenaga medis. Hal ini juga tak kalah penting untuk diketahui bagi tenaga medis agar dapat memberikan penanganan yang tepat pada pasien.

Tujuan Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital

Ilustrasi Tujuan Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital. Foto: dok. Unsplash/CDC

Mengutip buku berjudul Buku Ajar Keperawatan Dasar, Maria Floriana Ping, dkk (2023: 168), pemeriksaan tanda-tanda vital atau vital signs merupakan suatu cara untuk mendeteksi perubahan dalam sistem tubuh.

Tujuan pemeriksaan tanda-tanda vital adalah memperoleh data dasar, mendeteksi, atau memantau perubahan pasien dan memantau keadaan pasien yang berisiko untuk mengalami perubahan status kesehatan.

Pemeriksaan tanda-tanda vital dilakukan oleh perawat sebagai upaya memantau status perkembangan pasien. Pemeriksaan yang dilakukan juga dapat menjadi data pendukung untuk penegakan diagnosis keperawatan dan penyusunan rencana keperawatan.

Kondisi untuk Melakukan Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital

Ilustrasi Tujuan Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital. Foto: dok. Unsplash/Markus Frieauff

Pemeriksaan tanda-tanda vital meliputi pemeriksaan tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, dan suhu tubuh. Masing-masing pemeriksaan tanda-tanda vital tersebut memiliki prosedur yang berbeda-beda. Tanda-tanda vital umumnya diukur pada beberapa kondisi, antara lain:

  • Saat pasien datang ke fasilitas pelayanan kesehatan

  • Sebelum dan sesudah prosedur bedah atau prosedur invasif

  • sebelum, selama, dan setelah pemberian obat yang mempengaruhi fungsi kardiovaskular, pernapasan, dan kontrol suhu tubuh

  • Dilakukan sesuai indikasi jika ada perubahan bermakna pada kondisi kesehatan pasien

  • Sebelum dan sesudah intervensi keperawatan yang memengaruhi tanda-tanda vital

  • Saat pasien melaporkan tanda-tanda masalah fisik yang tidak spesifik

  • Dilakukan pada jadwal tertentu sesuai dengan kebijakan fasilitas kesehatan atau petunjuk dokter

Tanda vital dapat mengalami perubahan bila tubuh berada dalam kondisi aktivitas berat atau berada dalam keadaan sakit, maka perubahan yang terjadi merupakan indikator adanya gangguan sistem tubuh.

Misalnya perubahan suhu tubuh dapat menunjukkan perubahan metabolisme dalam tubuh, perubahan denyut nadi dan tekanan darah dapat menunjukkan perubahan dalam sistem kardiovaskular, sedangkan perubahan pernapasan dapat menunjukkan perubahan alam fungsi pernapasan.

Baca juga: Mengetahui Persyaratan Pokok Pelayanan Kesehatan

Sekian pembahasan mengenai tujuan pemeriksaan tanda-tanda vital dalam bidang kesehatan yang disajikan secara lengkap. Semoga bermanfaat. (DAP)