Konten dari Pengguna

Tutorial Cara Menyimpan Bahan Makanan Hewani agar Tahan Lama

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Menyimpan Bahan Makanan Hewani. (Sumber: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Menyimpan Bahan Makanan Hewani. (Sumber: Pixabay)

Bahan makanan hewani sangat mudah rusak apabila dibiarkan dalam suhu ruang. Faktanya bahan makanan hewani banyak mengandung protein sehingga sangat disukai oleh bakteri. Oleh karena itu, tutorial cara menyimpan bahan makanan hewani penting untuk dipahami.

Proses penyimpanan yang baik tentu saja dapat menjaga kualitas bahan makanan hewani. Kesegaran daging dalam pengolahan makanan akan menentukan produk makanan, dengan kata lain bahwa kualitas daging akan menentukan teknik pengolahan daging dalam proses produksi makanan.

Cara Menyimpan Bahan Makanan Hewani

Ilustrasi Cara Menyimpan Bahan Makanan Hewani. (Sumber: Pixabay)

Salah satu jenis makanan hewani yang sering dikonsumsi di Indonesia adalah ayam dan daging. Dikutip dari buku Variasi Olahan Masakan Pedas dan Sambal Nendang Pedasnya!, Tim Ajarmasak (2012: 14), berikut adalah tutorial cara menyimpan bahan makanan hewani:

1. Ayam

  • Cuci ayam yang telah dibeli dengan bergi lalu dilap sampai kering. Proses penggelapan tersebut hanya dilakukan pada daging ayam negeri yang memiliki bau anyir lebih kuat dibandingkan ayam kampung.

  • Cara menghilangkan bau amis pada daging ayam dapat juga dengan menggunakan campuran garam dan jeruk nipis.

  • Bau amis pada daging ayam dapat juga disebabkan oleh daging tidak segar lagi. Pastikan untuk membeli daging ayam yang tidak amis yang baru disembelih atau dipotong.

2. Daging Sapi

  • Jangan cuci daging sapi ketika akan menyimpannya, karena dapat menimbulkan bakteri baru.

  • Potong daging menjadi bagian-bagian kecil sebelum disimpan agar mudah diambil sesuai kebutuhan.

  • Jangan biarkan daging sapi mentah berada terlalu lama di suhu ruangan sebelum memasukkannya ke dalam kulkas.

  • Apabila daging sapi suhunya sudah diturunkan, jangan dibekukan lagi. Membekukan daging sapi dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri dan mengurangi kualitasnya.

  • Potongan daging sapi yang berbeda memiliki masa simpan yang berbeda di dalam kulkas. Informasi terkait tanggal penyimpanan dapat membantu dalam merencanakan durasi simpan dan jadwal memasak daging sapi.

Baca juga: Pengertian Makanan Awetan Hewani dan Sistem Pengolahannya

Gunakan tutorial cara menyimpan bahan makanan hewani untuk mendapatkan olahan masakan yang berkualitas. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan dan bermanfaat! (CHL)