Konten dari Pengguna

Unsur Intrinsik Cerita dalam Karya Sastra

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi unsur intrinsik cerita, sumber gambar: https://www.pexels.com/
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi unsur intrinsik cerita, sumber gambar: https://www.pexels.com/

Karya sastra dipengaruhi oleh unsur intrinsik dan ekstrinsik yang terdapat di dalam cerita. Unsur intrinsik cerita adalah unsur-unsur yang ada di dalam cerita yang dapat diketahui jika kita membaca keseluruhan isinya.

Mengutip buku Teori Pengkajian Fiksi oleh Burhan N. (2018), sebuah karya sastra umumnya menceritakan berbagai permasalahan kehidupan manusia, baik masalah dengan lingkungan, hubungan manusia, ataupun dengan dirinya sendiri. Karya sastra adalah hasil dari kontemplasi dan reaksi penulis dalam menyikapi kehidupan.

Unsur Intrinsik Cerita

Apa saja unsur intrinsik cerita? Simak penjelasannya di bawah ini:

1. Tema

Tema adalah gagasan utama yang menjadi pedoman dalam pembuatan suatu cerita..Tema berisi gambaran umum tentang cerita yang hendak ditulis di dalam cerita, sehingga unsur intrinsik yang satu ini perlu dipikirkan di awal perancangan naskah cerita.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Tokoh dalam Cerita?

2. Penokohan

ilustrasi unsur intrinsik cerita, sumber gambar: https://www.pexels.com/

Penokohan adalah suatu tahap yang dilakukan untuk memutuskan masing-masing watak dan peran dari setiap pemain. Kamu bisa menentukan siapa tokoh utama dan siapa tokoh figurannya. Selain itu, tentukan pula karakter yang dimiliki oleh setiap tokoh, apakah baik, jahat, bodoh, pintar, cerewet, pendiam, atau yang lainnya.

3. Alur atau Plot

Dalam membuat cerita, penting sekali untuk memperhatikan alur yang dipilih. Tiga jenis alur dalam cerita yaitu sebagai berikut:

  • Alur maju: alur yang urutan peristiwanya sesuai dengan urutan kejadian yang bergerak ke depan.

  • Alur mundur: peristiwa yang urutannya tidak sesuai dengan urutan kejadian, namun alurnya mengarah ke peristiwa yang telah berlalu (flashback).

  • Alur campuran: alur yang berisi rangkaian peristiwa ke depan dan ke belakang (gabungan dari alur maju dan alur mundur).

4. Setting

Setting adalah gambaran tentang rangkaian peristiwa yang terjadi di dalam cerita. Keberadaan unsur ini sangat urgen untuk menghidupkan suasana. Beberapa jenis setting adalah setting waktu, setting tempat, dan setting suasana.

5. Sudut Pandang

Sudut pandang adalah cara pengarang dalam menempatkan diri dalam suatu cerita. Sudut pandang juga disebut sebagai cara pandang pengarang dalam menyampaikan isi cerita yang dibuatnya.

6. Gaya Bahasa

Gaya bahasa adalah unsur intrinsik cerpen yang berkaitan dengan cara penceritaan pengarang. Gaya bahasa dalam karya sastra umumnya melibatkan majas, diksi yang bervariasi, dan pengembangan bahasa yang begitu dalam..

7. Amanat

Amanat adalah pesan yang disampaikan dalam cerita untuk memberikan pembelajaran kepada pembaca. Amanat dapat berisi tentang ajakan, kritik sosial, protes, atau yang lainnya. Amanat terbagi menjadi dua, jenis yaitu amanat tersurat dan tersirat.

Itulah beberapa unsur intrinsik cerita dalam karya sastra. Pastinya, ketujuh unsur tersebut adalah suatu aspek penting untuk membangun isi cerita agar lebih berkualitas dan berkesan di hati pembaca.

(DLA)